Follow by Email

Penggunaan GIS Untuk Mengetahui Potensi Produksi Kopi Codot di HKM Tanggamus Lampung

Portal Rimbawan - Skema pengelolaan kawasan hutan di Lampung saat ini cukup masif terkait dengan Program Hutan kemasyarakatan, hutan kemasyarakatan adalah program pengelolaan kawasan hutan (pada hutan lindung dan produksi) dengan melibatkan masyarakat secara intensif melalui pemberian hak akses pemanfaatan lahan dengan ketentuan-ketentuan nya.

Hkm menjadi salah satu solusi yang dihadirkan untuk mencegah dan membatasi perambahan kawasan hutan. 

Izin Usaha Pemanfaatan HKm yang selanjutnya disingkat IUPHKm, adalah izin usaha yang diberikan kepada kelompok atau gabungan kelompok masyarakat setempat untuk memanfaatkan hutan pada kawasan hutan lindung dan atau kawasan hutan produksi

Terdapat tiga Aspek penting (ekonomi, ekologi dan sosial budaya) menjadi hal yang sangat diperhatikan dalam pengelolaannya. Pengelolaan HKm diharapkan dapat memenuhi tiga Aspek tersebut. HKm juga diharapkan mempunyai kegiatan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan hasil dari pemanfaatan lahannya. Contoh produk unggulan suatu HKm adalah kopi codot.

GIS saat ini menjadi kebutuhan untuk berbagai bidang, contohnya  dunia kesehatan, lingkungan dan berbagai bidang lainnya. Karena dengan GIS kita dapat memberikan informasi yang basisnya spasial (keruangan) lebih mudah dipahami. 

Akan semakin menarik apabila ilmu GIS di praktek kan dengan isue-isue ekonomi, ekologi dan sosial budaya masyarakat. Salah satu isue yang saat ini berkembang dikalangan masyarakat Lampung adalah adanya fenomena Kopi jenis kopi codot.
Kopi codot adalah jenis kopi yang dihasilkan akibat adanya codot. Codot tidak menelan biji kopi, melainkan hanya disepah dan memakan daging buahnya. Jenis kopi ini ditemukan  pada lahan agroforestri milik masyarakat Hkm beringin Jaya dan dijadikan sebagai komoditas tambahan. 

Kopi codot dijual petani kepada Kelompok Wanita Tani. Oleh KWT diolah menjadi bubuk dan kemudian dipasarkan. Pemasaran kopi codot melalui Online dan Offline. Harga kopi cukup mahal.

Kopi codot ternyata memiliki harga yang cukup mahal di media pemasaran online dan offline, di media penjualan online kopi codot ini memiliki harga sampai Rp.90.000,-/200 gram. 

Pada saat ini kopi codot hanya dikembangkan oleh satu HKm di Lampung yaitu HKm beringin Jaya. Sedangkan Lampung menjadi wilayah yang memiliki produksi kopi cukup tinggi. Mengapa kopi codot belum dikembangkan oleh HKm lain? Hal ini yang menjadi menarik apabila kita liat dari aspek spasial. 

Karena kaitannya dengan lanskap, interaksi antara tanaman kopi dan hewan codot. Codot membutuhkan habitat dan kopi ini juga memiliki karakteristik lahan seperti berada pada ketinggian tertentu.

Interaksi ini yang kemudian dipelajari dengan bantuan GIS dan hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi codot memiliki karakteristik lanskap, maka ketika ingin mengembangkan kopi codot  yang memiliki harga cukup tinggi dan meningkatkan produksi nya, salah satunya Kita menjaga kondisi ekologi codot dan tanaman kopi memiliki kualitas buah yang baik. Peningkatan produksi kopi codot ini yang menjadi tantangan kedepan.

Analisis yang dapat dilakukan antara lain analisis spasial,  tutupan lahan dan analisis statistik.

Variabel karakteristik lahan kopi codot :
-ketinggian
-kemiringan lahan
-tutupan lahan
-sumber air (sungai)
-sumber gangguan (jalan)
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa ketinggian, tutupan lahan, dan sungai yang berpengaruh nyata terhadap sebaran kopi codot. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kondisi ekologi yang baik memiliki potensi untuk pengembangan budidaya kopi codot.

Masyarakat HKm tidak harus merambah hutan lebih jauh karena kebutuhan ekonomi dapat dipenuhi dari kegiatan ekonomi lainnya seperti memaksimalkan produksi kopi codot.

Dengan begitu kebutuhan Ekonomi, ekologi, dan sosial dapat terintegrasi.

Semoga bermanfaat..!!! 


Previous
« Prev Post