Follow by Email

10 Unexpected Efficacy of Celery Leaves that you Should Know

By On November 29, 2019

Celery leaves have become friends especially for mothers who cook often.  Namely as one of the vegetable enhancer aroma cooking or more in particular often used as a flavoring vegetable sop. The vitamin content of this leaf can last up to 80% after cooking. But behind it turns celery or in its Latin  "Apium Graveolens " has many benefits that some people may not know.

Celery leaves contain many vitamins: Vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin C, vitamin E and vitamins. With so much vitamin content from celery leaves, it is no wonder that celery leaves are also used as medicinal plants. Celery leaves can be used to prevent or to treat some diseases by consuming it in vegetable form.


Here are the benefits of celery leaves for health and diseases that can be prevented by consuming these celery leaves:

1. Lowering high Blood

With a high flavonoids substance and nutrients, the benefits of celery leaves are believed to lower rising blood pressure. Therefore, for those of you who have high blood pressure, we recommend consuming celery leaves to stabilize blood pressure and prevent it from rising again.

How to use it is also easy: take 20 stalks of celery leaves and wash clean, then puree the celery with a little bit of water and refine the celery. Drink the water 3 times a day, 2 tbsp each.

2. Lowering cholesterol

Celery leaves that are rich in nutrients are able to break down cholesterol. So that the cholesterol will not clog the blood flow and can prevent the buildup of cholesterol in many quantities.

3. Treating Rheumatism

The benefits of celery leaves with anti-inflammatory content, anti-bacteria, vitamins and minerals are complete, able to relieve pain for people with rheumatism. In addition, the content is able to reduce the purine substance in the joints that trigger levels of uric acid in the body increases.

4. Overcoming Anemia

The high content of its iron, making celery leaves can prevent and cure anemia. The benefits of the celery leaves are especially true for women in menstrual periods and women who are pregnant.

5. Improve kidney function

The rich nutrient content on celery leaves is able to improve kidney performance. In addition, it can help the kidneys to be easier in controlling, filtering, and removing toxins caused by unhealthy food and harmful free radicals.

6. Preventing cancer

The benefits of the next celery leaf can overcome cancer. The content of phycochemical coumarin compounds and phenolic acids in celery leaves, it is claimed to be able to abnormally, block, and destroy the activity of abnormal cells that trigger the emergence of cancerous cells.

7. Overcoming Dry Eyes

In addition to overcoming dry eyes, the nutritional content and vitamin A in celery leaves can also nourish the retinal tissue and the cornea of the eye. Where it is able to maintain the sharpness of your eye eyesight and prevent from free radical attacks.

8. Overcoming Asthma

In addition to preventing asthma, the benefits of celery leaves are also able to cure asthma. High nutrient content in celery leaves so that asthma is not easy to relapse while in dusty and polluting environments. The way to process it very practical, namely: take 3 stalk celery leaves and 9 leaves, then wash clean and puree. Add palm sugar, salt to taste, and 1/2 cups of water, stir all the ingredients until well blended, then filter and drink before breakfast.

9. Overcoming Obesity

All nutrients in celery leaves are claimed to be able to suppress hunger. With it is able to control excessive appetite so it is helpful someone who is doing a diet program to lose weight.

10. For beauty

On beauty issues, don't worry. Because of the benefits of celery leaves in addition to overcoming various kinds of health problems are also very good for beauty. For example, as a strong anti-aging, reduce excess oil on the face, nourish the hair, etc. The way of treatment is also easy, for those of you who do not like to consume directly then it can mix with your cuisine.

Cara Membuat Sambal Pecel Ala Jawa Timuran

By On November 10, 2019

Assalamu'alaikum sahabat. Pernahkah Anda menyantap makanan yang bernama pecel? Ya... Makanan khas daerah Jawa timur ini sangat terkenal dan bumming. Belum bisa membuat sambal pecel ala Madiun Jawa timur? Cek resep cara membuat sambal pecel dibawah ini!


Di zaman sekarang sudah banyak beredar salah satu makanan khas Indonesia yang asalnya dari Jawa timur ini di seluruh pelosok tanah air Indonesia ini. Yaitu pecel. Sambal pecel atau sambel pecel banyak dijumpai di Jawa timur. Makanan ini adalah santapan setiap hari tiap pagi hari dan siang hari. Kalau dikampung saya nasi pecel adalah khas makanan untuk sarapan pagi di pagi hari.

Di Jakarta sudah banyak yang berjualan pecel. Ada yang ngider alias keliling,ada juga yang mangkal dipasar tradisional. Ada juga yang berjualan mangkal di perempatan dan juga warung warung tradisional. Bahkan aku pernah mampir di salah satu lestoran yang ada di Jakarta yang salah satunya adalah menyediakan menu lontong pecel dan nasi pecel tetapi terkadang ada yang kurang memuaskan dengan rasanya dan tingkat rasa pedasnya.

Nah.... Untuk itulah di artikel kali ini aku akan sajikan resep cara membuat sambel pecel atau resep membuat sambal pecel yang mantap rasanya. Ikuti artikel ini sampai selesai ya gaes!

Bahan yang digunakan untuk membuat sambal pecel ala Jawa timur adalah sebagai berikut:

Bahan:
  • Kacang tanah 250 gram
  • Minyak sayur secukupnya
  • Daun jeruk 4 lembar
  • Gula merah 250 gram
  • Garam 2 sendok teh
  • Air hangat secukupnya


Bumbu:
  • Bawang putih 3 siung
  • Cabai merah keriting 10 buah
  • Cabai rawit merah 5 buah
  • Kencur 1 ruas jari

Bahan untuk taburan: 
  • Petai cina
  • Bawang goreng


Cara membuat sambal pecel adalah sebagai berikut:
  1. Pertama panaskan minyak sayur dalam wajan dengan api sedang
  2. Setelah minyak panas masukkan kacang tanah goreng sampai matang tiriskan
  3. Apabila anda punya alat penggiling daging, pakai alat penggiling daging tersebut untuk menggiling semua bahan dan bumbu
  4. Campur dahulu kacang dan bumbu lainnya sampai merata
  5. Kemudian giling semua bahan dan bumbu tersebut memakai penggiling daging
  6. Apabila Anda dirumah mempunyai alat untuk menumbuk, gunakan alat penumbuh tersebut untuk menghancurkan kacang dan kemudian hancurkan bumbu lainnya secara terpisah dengan kacang. Lalu setelah selesai menumbuk semuanya, campur semua bahan dan bumbu jadi satu dan tumbuk kembali hingga rata. Dengan demikian kedua cara ini adalah lebih baik. Karena apabila anda ingin menyajikan sambal pecel ini anda dapat mengambilnya dua atau tiga sendok kemudian tambah air 1/4 gelas atau secukupnya aduk rata dan anda sudah dapat menikmatinya.
  7. Apabila kedua duanya alat diatas anda tidak ada,gunakan blender untuk menghancurkan kacang dan bahan serta bumbu lainnya dengan langsung menambahkan air hangat dan kemudian diblender. Apabila anda tidak membutuhkan sambal yang cukup banyak maka anda dapat memblender kacang dan bahan lainnya setengah atau seperempatnya saja, dan sisanya dapat anda simpan .
  8. Sajikan dalam mangkok dan sambal pecel ala jawa timuran sudah siap disantap bersama keluarga dirumah.
  9. Anda dapat menyajikan sambal pecel ala Jawa timur ini dengan nasi atau lontong dan ditambah beberapa sayuran seperti bayam, kacang panjang,tauge dan wortel yang sudah direbus. Kalau ingin lebih nikmat sayuran tersebut dapat dicampur dahulu dengan sambal kelapa muda
  10. Siram sambal pecel yang sudah diseduh dengan air hangat dan siramkan sambel pecel tersebut diatas sayuran.
  11. Tambahkan dengan taburan bawang goreng dan petai cina kalau ada
  12. Tambahkan peyek kacang sebagai sensasi
  13. Selamat menikmati hidangan sambal pecel ala Jawa timur, dan
  14. Selamat mencoba!



Sekian resep cara bikin sambel pecel ala Jawa timur Indonesia untuk anda. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca semua. Apabila anda suka dengan artikel ini silahkan tinggalkan komentar anda dibawah! Terima kasih atas kunjungan Anda dan wassalam.

Resep Membuat Keripik Pisang Gurih dan Manis

By On November 10, 2019

Assalamu'alaikum sahabat. Artikel yang ini berjudul Resep membuat kripik pisang gurih dan manis. Dan bahan dasar yang digunakan adalah buah pisang raja yang tua tetapi belum masak atau belum matang. Bagaimana cara bikin keripik pisang raja ini? Yuk, ikuti terus artikel ini sampai selesai ya gaes... Let's go!!!


Terkadang ada lho orang yang tidak doyan makan buah pisang alias geli katanya. Padahal buah pisang banyak sekali lho zat gizi yang terkandung di dalamnya. Apalagi kalau buah pisang itu adalah pisang raja. Vitamin yang terdapat pada buah pisang tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh kita gaes.

Lihat zat gizi yang terkandung dalam buah pisang raja berikut ini:
Mengandung vitamin C
Mengandung serat
Mengandung antioksidan
Mengandung potasium
Mengandung magnesium
Dan lainnya

Tapi bagi kalian yang tidak suka makan buah pisang alias geli, sekarang jangan khawatir ya gaes.... Karena ada solusinya.. yaitu konsumsi saja keripik pisang raja yang rasanya manis dan gurih. Dengan demikian maka kalian dapat mengkonsumsi pisang raja yang sudah diolah menjadi camilan ringan seperti keripik pisang raja manis dan gurih gaes.

Dan bagi kalian yang suka makan Keripik Pisang, kamu bisa membuat kripik pisang raja ini sendiri di rumah gaes. Belum tahu bagaimana cara membuat keripik pisang gurih ini??? Don't worry.... Alias jangan khawatir gaes.... Aku akan bagikan resep cara membuat kripik pisang raja ini kepada teman teman semua.

Apa saja yang harus disiapkan untuk membuat keripik pisang raja ini? Siapkan hal hal sebagai berikut!

Bahan:
Pisang raja tua mentah 1 sisir
Minyak sayur 1 liter



Bumbu:
Garam secukupnya
Vanili bubuk 1 saset
Gula pasir 5 sendok makan

Cara membuat kripik pisang raja adalah sebagai berikut:
Pertama,kupas kulit pisang raja dan rendam dalam air pada wadah yang lebar
Cuci pisang raja sampai bersih lalu tiriskan
Kemudian iris tipis pisang rasa dengan pisau yang tajam atau dapat menggunakan alat parutan pisang atau keripik, sisihkan
Masukkan gula, vanili bubuk dan garam dalam panci kecil lalu beri air satu gelas dan rebus sampai mendidih dan gula larut, sisihkan
Ambil wajan ukuran besar letakan di atas kompor dengan api sedang
Tuangkan minyak sayur dan tunggu sampai minyak benar benar sudah panas
Ambil beberapa lembar pisang iris celupkan ke dalam air gula lalu goreng dalam minyak panas
Biarkan pisang beberapa saat kemudian balik balik pisang sampai warna pisang menguning keemasan
Apabila sudah keras dan tidak lembek lagi serta warna sudah berubah keemasan itu tandanya keripik pisang raja sudah matang
Angkat keripik pisang dengan menggunakan serokan dan tiriskan
Lakukan kegiatan seperti diatas sampai bahan keripik habis
Simpan keripik pisang raja manis dan gurih ini didalam wadah yang kedap udara.
Selamat mencoba!

Demikian cara mudah membuat keripik pisang raja yang rasanya manis dan gurih ini siap untuk menemani bersantai anda bersama keluarga dirumah. Semoga artikel ini dapat memberikan sebuah manfaat bagi pembaca. Terima kasih atas kunjungan Anda dan silahkan tinggalkan komentar anda dibawah. Wassalam.




Kegiatan Penataan Batas Definitif Kawasan Hutan Setelah INVER PTKH TORA 2019 di Desa Ulu Laa Kabupaten Morowali Utara

By On November 07, 2019

1.1  Latar Belakang
     Hutan mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pembangunan bangsa dan negara. Karena hutan itu dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Hutan juga merupakan kekayaan milik bangsa dan negara yang tidak ternilai, sehingga hak-hak negara atas hutan dan hasilnya perlu dijaga dan dipertahankan, serta dilindungi agar hutan dapat berfungsi dengan baik. 
     Secara konstitusi di amanatkan agar sumberdaya alam di pergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945). Untuk itu, hutan harus di kelola dan di pelihara secara berkesinambungan bagi kesejahteraan masyarakat, baik untuk generasi sekarang maupun yang akan datang. 
     Keberadaan hutan, dalam hal ini daya dukung hutan terhadap segala aspek kehidupan manusia, satwa dan tumbuhan sangat ditentukan pada tinggi rendahnya kesadaran manusia akan arti penting hutan di dalam pemanfaatan dan pengelolaan hutan. Hutan menjadi media hubungan timbal balik antara manusia dan makhluk hidup lainnya dengan faktor-faktor alam yang terdiri dari proses ekologi dan merupakan suatu kesatuan siklus yang dapat mendukung kehidupan. (Reksohadiprojo, 2000)
     Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, reforma agraria menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan yang dituangkan dalam Nawa Cita dan selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 2 tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. 
     Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tersebut ditetapkan target pelaksanaan kebijakan reforma agraria seluas 9 juta ha, yang terdiri atas kebijakan legalisasi aset (tanah) seluas 4,5 juta ha dan redistribusi tanah seluas 4,5 juta ha. Di mana 4,1 juta ha tanah yang akan diredistribusikan, berasal dari tanah kawasan hutan. 
     Untuk memudahkan pencapaian target reforma agraria tersebut di atas, khususnya Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) yang berasal dari tanah kawasan hutan, maka perlu disusun normanya dengan terlebih dahulu menyelesaikan permasalahan yang ada dan mengantisipasi permasalahan lain yang menyertainya. 
     Hal demikian penting agar redistribusi tanah untuk program reforma agraria yang berasal dari kawasan hutan dapat memberi kepastian penguasaan hak atas tanah bagi masyarakat yang memperolehnya dan sekaligus meminimalisir terjadinya konflik dan/atau sengketa penguasaan tanah di kawasan hutan itu sendiri. 
     Pelaksanaan tapal batas reforma agraria di Indonesia diarahkan untuk melakukan perubahan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah untuk menjamin terwujudnya keadilan dan kepastian hukum dalam penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah. Perubahan perlu dilakukan karena hingga saat ini masih terjadi ketimpangan struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah yang mengakibatkan timbulnya ketimpangan pendapatan dan timbulnya konflik/dan atau sengketa pertanahan. (Nurlinda, I, 2009)

1.2  Tujuan Kegiatan
     Tujuannya adalah untuk mengetahui Kegiatan Penataan Batas Definitif Kawasan Hutan Setelah INVER PTKH TORA 2019 di Desa Ulu Laa Kabupaten Morowali Utara

1.3 Profil Instansi
  Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) adalah unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Lembaga ini memiliki tugas melaksanaan pemantapan kawasan hutan, penilaian perubahan status dan fungsi hutan, serta penyajian data dan informasi sumberdaya hutan. Alamat kantor Balai Pemantapan Kawasan Hutan  (BPKH) Wilayah XVI Palu berada di Jalan Abdurrahman Saleh Nomor 18 Palu Telepon (0451) 485050 Faximile (0451) 485190. 
1.4 Tugas Pokok dan Fungsi Balai Pemantapan Kawasan Hutan  (BPKH) Wilayah XVI Palu
     Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.6 tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pemantapan Kawasan Hutan, BPKH Wilayah XVI Palu mempunyai tugas melaksanakan pengukuhan kawasan hutan, penyiapan bahan perencanaan kehutanan wilayah, penyiapan data perubahan fungsi serta perubahan status/peruntukan kawasan hutan, penyajian data dan informasi pemanfaatan kawasan hutan, penilaian penggunaan kawasan hutan, dan penyajian data informasi sumber daya alam. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Balai Pemantapan Kawasan Hutan  (BPKH) Wilayah XVI Palu menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan identifikasi dan Informasi potensi lokasi yang akan ditunjuk sebagai Kawasan hutan;
b. Pelaksanaan tata batas dan pemetaan kawasan hutan;
c. Pelaksanaan penilaian perubahan status dan fungsi kawasan hutan;
d. Pelaksanaan dan penilaian penggunaan kawasan hutan;
e. Penilaian teknis tata batas areal sekitar pemanfaatan hutan, penggunaan kawasan hutan dan perubahan status/peruntukan kawasan hutan;
f. Pelaksanaan Informasi hutan skala nasional di wilayah;
g. Penyusunan dan penyajian data informasi sumberdaya hutan (SDH) serta Neraca Sumber Daya Hutan (NSDH);
h. Pengelolaan sistem informasi geografis dan perpetaan kehutanan;
i. Penyiapan dan penyajian data dan informasi perencanaan kehutanan, penunjukan kawasan hutan, penatagunaan kawasan hutan, wilayah pengelolaan hutan, pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan serta tata lingkungan;

1.5 Rangkaian Kegiatan 
     Sebelum pelaksanaan kegiatan penataan batas Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) 2019 yang dilaksanakan di Desa Ulu Laa Kabupaten Morowali Utara, pada tanggal 7 Agustus 2019  di lakakukan rapat koordiasi pelaksanaan penataan batas Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) hasil Inventarisasi dan verivikasi dan non Inventarisasi dan verivikasi tahun 2018 di Provinsi Sulawesi Tengah. 
     Rapat tersebut dihadiri oleh 7 Bupati, 48 kecamatan, para undagan yang menyempatkan hadir dan pemateri baik dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Kantor Balai Pertanahan Nasional (BPN) dan Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XIV Palu. Tujuan dari rapat ini adalah pemaparan hasil perubahan batas kawasan hutan melalui hasil inventarisasi dan verivikasi penguasaan tanah dalam kawasan hutan. Dasar dari pelaksanaan kegiatan ini adalah salah satunya Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2017 tanggal 6 September 2017 tentang penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH).  
   Dalam rapat ini terdapat 7 kabupaten yang menyampaikan permohonan penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) oleh Bupati kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah selaku Ketua Inventarisasi dan Verivikasi Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (INVERPTKH) Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas ± 94.644 Ha dapat dilihat pada tabel berikut : 
Tabel 1. Usulan permohonan penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) pada setiap Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah.
     Dari usulan permohonan penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) pada setiap Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah maka Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan perihal, persetujuan penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) di Provinsi Sulawesi Tengah pada areal seluas ± 35.777,88 Ha yang terdiri dari perubahan batas kawasan hutan seluas ± 10.186,78 Ha dan Perhutanan Sosial seluas ± 25.591,10 Ha berdasarkan surat keputusan Nomor : S.240/Menlhk/Setjen/Pla.2/4/2019 pada tanggal 22 April 2019 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2. Luas hasil persetujuan Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) pada Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah
     Dari persetujuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PTKH) untuk 7 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah maka terdapat 48 Kecamatan dan 138 Desa. Pada rencana pelaksanaan penataan batas Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dari hasil Inventarisasi dan Verivikasi Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (INVERPTKH). 
   Kegiatan penataan batas definitif kawasan hutan setelah Inventarisasi dan Verivikasi Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (INVERPTKH) Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) 2019 di Desa Ulu Laa Kabupaten Morowali Utara dengan luasan yaitu 1.106,53 (Ha) dan Panjang 10.484 (m), dapat diliat pada peta kerja
Gambar 1. Peta kerja Desa Ulu laa Kabupaten Morowali Utara
     Dalam kegiatan penataan batas definitif kawasan hutan setelah Inventarisasi dan Verivikasi Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (INVERPTKH) Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) 2019 di Desa Ulu Laa Kabupaten Morowali Utara. Menggunakan beberapa alat dan bahan di antaranya GPS (Global Positioning System), GIS TRIMBLE JUNO 5 SERIES, pal batas kayu ukuran 15 x 15 cm dengan tinggi 130 cm dan batas tugu dengan tinggi 70 cm dan lebar 40 x 40 cm dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 2. Pal batas kayu ukuran 15 x 15 cm dengan tinggi 130 cm
     Kegiatan selanjutnya memasang pal batas sebanyak 125 pal, tugu batas untuk Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan hutan lindung itu sebanyak 4 tugu batas dengan nama tugu batas kelompok hutan pompangeo dan memasang plakat pemberitahaun batas hutan produksi tetap dan batas kawasan hutan lindung.
Gambar 3. Tugu batas kelompok hutan pompangeo
     Selain pemasangan pal dan tugu batas kegiatan lain yang dilakukan dilapangan adalah pengambilan titik  pemasangan untuk pal batas dengan menggunakan alat GPS dengan jarak dari pal batas 1 ke pal batas 2 yaitu dengan jarak 200 (m). Pada jarak 500 – 700 (m) akan diambil titik koordinat menggunakan alat  GIS TRIMBLE JUNO 5 SERIES selama 15 menit untuk hasilnya dapat dilihat pada gambar berikut.

1.6 Hasil Kegiatan
     Berdasarkan dari hasil yang diperoleh Balai Pementapan Kawasan Hutan  Wilayah XVI (BPKH Wilayah XVI) dapat disimpulkan bahwa : 
a.  Terdapat 7 Kabupaten, 48 Kecamatan dan 138 Desa yang terjadi perubahan batas kawasan hutan untuk menjadi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).
b. Kegiatan Penataan Batas Definitif Kawasan Hutan Setelah Inventarisasi dan Verivikasi Penguasaan Tanah Dalam Kawasan Hutan (INVERPTKH) Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) 2019 di Desa Ulu Laa Kabupaten Morowali Utara dengan luas yaitu 1.106,53 (Ha) dan Panjang 10.484 (m). Alat yang digunakan dalam kegiatan ini adalah GPS (Global Positioning System), GIS TRIMBLE JUNO 5 SERIES.

Rujukan :
id.wikipedia.org/wiki/Balai_Pemantapan_Kawasan_Hutan (2019).
Nurlinda, I. (2009). Prinsip-prinsip pembaruan agraria: perspektif hukum. Rajawali Pers.
Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2017 (penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam       Kawasan Hutan) 2019.
Reksohadiprodjo, S. (2000). Dasar-dasar manajemen. Edisi lima, BPFE, Yogyakarta.

Merendahkan Orang Lain Tidak Akan Membuat Diri Anda Hebat - Portal Rimbawan

By On November 07, 2019

Portal Rimbawan - Apakah anda pernah menghina orang lain? Baik disengaja maupun tak disengaka ternyata menghina atau merendahkan orang lain itu bukan suatu hal yang baik. Meskipun anda tahu bahwa orang tersebut benar-benar buruk, ataupun benar-benar bodoh sekalipun. 

Merendahkan orang lain tidak akan mengangkat derajat suatu manusia. Kamu juga tidak akan menjadi hebat, tidak pula menjadi yang terbaik. Dengan menghina, merendahkan ataupun menjatuhkan orang lain bahkan justru anda malah menampakkan bahwa diri anda rendah. Manusia juga tak akan menjadi mulia dihadapan tuhan jika kamu suka melakukan hal ini. 
Tak patut rasanya jika kita menganggap diri kita lebih baik atau lebih hebat dari orang lain. Karena yang berhak menilai adalah Tuhan. Manusia yang hebat sebenarnya adalah dia yang dewasa dan bisa menghargai orang lain. Jika ada kawan kita yang melakukan sesuatu hal yang salah bahkan terlihat gila, maka tegurlah dengan sebaik-baiknya tanpa harus merendahkan dan menyakiti hati mereka dengan kata-kata bodoh, tolol dan sebagainya. 

Intropeksi diri merupakan hal yang sangat penting. Jika kita melihat ada orang lain melakukan kesalahan maka ingatlah pula diri anda pernah melakukan kesalahan apa. Tidak ada manusia yang sempurna dan luput dari kesalahan karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. 

Manusia hidup didunia ini sebagai mahkluk sosial yang memerlukan kehadiran manusia lain. Jika anda merendahkan orang lain, maka anda sedang dalam fase kemunduran bahkan kegagalan. 

Anda juga tak perlu memuji orang lain karena pujian anda akan membuat mereka larut. Tetapi jangan sampai merendahkan karena semua manusia pada dasarnya sedang berproses. 

Orang Bijak mengatakan tak peduli berapa kali gigi menggigit  mereka tetaplah bersatu dalam satu mulut. Inilah kesadaran bahwa hidup itu saling membutuhkan. Maka buanglah sikap tinggi hati dan terus belajar menjadi manusia yang berguna bagi sesama. 

Semoga Bermanfaat..

Laporan Praktik Umum/Magang Teknik Persemaian Jati Putih (Gmelina arborea Roxb)

By On November 06, 2019

I.  PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Persemaian adalah tempat atau area l untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari kegiatan penanaman hutan karena itu sangat penting dan merupakan kunci pertama di dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan.  Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian ( Schimidf, 2000 ).
Standar mutu bibit di Indonesia masih terbatas untuk jenis-jenis tanaman komersial tertentu. Pusat Standarisasi Lingkungan (PUSTALING) Kementerian Kehutanan pada tahun 1999 mempublikasikan SNI mutu bibit untuk tujuh jenis tanaman hutan yang meliputi jenis Acacia mangium, Eucalyptus urophylla, Gmelina arborea, Paraserianthes falcataria, Pinus merkusii, Shorea sp., Shorea stenoptera. Di dalam SNI tersebut, syarat mutu bibit meliputi : 1) syarat umum berupa bibit berasal dari benih mutu dengan bentuk kokoh tegar, batang tunggal, dan utuh, sehat, serta pangkal batang berkayu, dan 2) syarat khusus berupa kekompakan media, tinggi bibit, diameter bibit, kekokohan bibit, jumlah daun, dan warna daun (Danu et al. 2006).
Menurut Pramono dan Suhendi (2006) Penentuan mutu bibit pada umumnya didasarkan kepada hasil penilaian atau evaluasi terhadap tiga kriteria yaitu mutu genetik, fisik, dan fisiologis. Mutu genetik didasarkan pada kelas sumber benih. Mutu fisik mencerminkan kondisi fisik bibit seperti kekompakan media, keadaan batang, dan kesehatan. Sedangkan mutu fisiologis menggambarkan mutu pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah daun, dan warna daun.
Jati putih (Gmelina arborea Roxb) merupakan salah satu tanaman cepat tumbuh (fast growing) yang banyak dibudidayakan di persemaian. Jati putih juga digunakan sebagai tanaman industri: Hutan Tanaman Industri (HTI), dan Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Untuk menghasilkan tanaman unggul, diperlukan teknik pemeliharaan tanaman berdasarkan kriteria mutu bibit (Irwansyah, A. 2016).
 Jati putih (Gmelina arborea Roxb) merupakan tanaman penghasil kayu yang produktif dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Kayu jati putih biasanya digunakan sebagai bahan bangunan, bahan kertas, dan sebagai alternatif pengganti kayu sengon.
1.1.1    Alasan Pemilihan Tempat Praktik Umum/Magang
        Pemilihan persemaian CV. Rayani Mandirisebagai tempat praktik umum/magang yang bertempat di kawatuna kecamatan Mantikulore kota Palu, yaitu karena CV. Rayani Mandiri merupakan salah satu persemaian yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai untuk tempat praktik umum/magang menjadikan tempat tersebut sebagai wadah untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari diperkuliahan.
1.1.2    Alasan Pemilihan Bidang Yang Dipelajari
            Pemilihan Bidang yang dipelajari di persemaian CV. Rayani Mandiri yaitu teknik pembibitan Jati Putih (Gmelina Arborea Roxb). Alasan pemilihan bidang yang dipelajari karena disamping mengikuti bidang yang sesuai dengan mata kuliah minat juga ketertarikan akan jati putih yang banyak di budidayakan karena nilai ekonomis yang cukup tinngi dan banyak dibuthkan dipasaran meubel kayu..
1.2      Tujuan Praktik Umum/Magang
          Tujuan dari  praktik umum/magang  ini yaitu mengaplikasikan ilmu yang di dapat di bangku kuliah langsung secara nyata diaplikasikan khususnya masalah  pembibitan/persemaian tanaman  Jati Putih (Gmelina Arborea Roxb) yang letaknya di  persemaian di CV. Rayani Mandiri di Desa Kawatuna  Mantikulore Palu.
1.3       Manfaat Praktik Umum/Magang      
         Manfaat dari praktik umum/magang ini agar mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang didapat dari bangku kuliah terkhususnya ilmu silvikultur dan teknik persemaian, sehingga pemahamannya dari teori yang di dapat lebih mendalam khususnya dibidang pembibitan. Mengingat ilmu silvikultur dan teknik persemaian itu sendiri merupakan awal dari proses kelangsungan hutan yang lestari.


II.   GAMBARAN UMUM LOKASI PERUSAHAAN
2.1       Letak  dan Luas
       Persemaian  CV. Rayani Mandiri terletak di Kawatuna, Palu Provinsi Sulawesi Tengah.Luas areal Persemaian yaitu ±5 ha m2. Persemaian CV. Rayani Mandiri berbatasan dengan :
a.         Sebelah utara    : Permukiman Warga
b.         Sebelah timur  : Poboya kecamatan Mantikulore Palu
c.         Sebelah Selatan   : DAS (daerah aliran sungai)
d.         Sebelah Barat      : Jalan
2.2       Sarana dan Prasarana
            Jenis Sarana dan prasarana yang digunakan pada areal persemaian CV.Rayani Mandiri sebagai penunjang pelaksanaan adalah sebagai berikut:
1.         Alat
 Adapun alat yang digunakan di persemaian tersebut adalah cangkul, sekop, gerobak dorong (artco), selang, linggis, kaos tangan, tangki semprot dan mesin sedot air.
2.         Bahan
Adapun bahan yang digunakandi persemaian tersebutadalah tanah, pasir, air, benih tanaman, bibit cabutan alam, pupuk (organik dan anorganik), polybag dan insektisida.
2.3       Struktur Organisasi
           Tenaga kerja yang diperkerjakan pada persemaian CV.Rayani Mandiri adalah dari tenaga kerja local yang berada disekitar lokasi pembibitan jumlah pengurus yang ada di CV.Rayani Mandiri sebanyak 6 orang.
2.4       Aksebilitas
         Aksebilitas menuju ke lokasi persemaian dapat di tempuh dari kota palu 20 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat serta memiliki jarak tempuh10 km kearah timur dari kota Palu.

III.    KEGIATAN PELAKSANAAN PRAKTIK UMUM/MAGANG
3.1       Kegiatan di Dinas Instansi/Magang
            Adapun Kegiatan sehari-sehari yang kami lakukan di CV.Rayani Mandiri terdiri dari :
3.1.1    Penyapihan
          Penyapihan yang telah kita lakukan yaitu durian, cingkeh, rambutan dan kemiri yang sudah berkecambah di bedeng tabur dan siap untuk proses penyapihan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyapihan antara lain:
1. pencabutan kecambah dari bedeng tabur harus hati-hati dan akar tidak boleh patah
2. Kecambah  tidak boleh luka
3. penyapihan dilakukan pada pagi atau sore hari di bawah naungan.
3.1.2    Penyiraman
            Penyiraman yang kami lakukan pada persemaian CV. Rayani Mandiri yaitu pagi dan sore hari karena tanaman sangat bergantung pada intensitas penyiraman namun pada musim penghujan frekuensi penyiraman dapat dikurangi, tapi tetap selalu di kontrol agar tetap terjaga kebutuhan airnya.
3.1.3   Penyulaman              
          Kegiatan penyulaman yang kami lakukan yaitu dengan mengganti semai yang rusak/ terserang penyakit atau mati agar di peroleh tanaman yang seragam . kegiatan penyulaman ini dilakukan 2-4 minggu setelah penyapihan
3.1.4   Penyiangan dan Pendangiran
           Penyiangan dan pendangiran meliputi pekerjaan pembersihan gulma/tumbuhan pengganggu di sekitar tanaman dan sekaligus menggemburkan tanah disekitar batang tanaman.
3.1.5    Penyungkupan bibit
            Kegiatan penyungkupan yang kami lakukan yaitu pada bibit kemiri dan jabon merah, kegiatan penyungkupan yang pertama dilakukan adalah membuat tiang-tiang yang dibengkokan dengan jarak antar tiang sekitar 1 meter, kemudian setelah satu bedeng telah terpasang tiang-tiang dilakukan penyiraman pada bibit yang akan disungkup hingga benar-benar jenuh air selanjutnya menyungkup bibit dengan plastik bening dari ujung sampai ujung sampai tertutup semua.
           Tujuan dari penyungkupan adalah untuk mengurangi penguapan serta menjaga kelembaban pada bibit cabutan alam agar lebih mudah beradaptasi.
3.1.6    Audit tanaman
         Kegiatan audit tanaman yang kami dilakukan pada persemaian CV. Rayani mandiri yaitu dengan menghitung banyak semua jumlah bibit yang ada di persemaian tersebut.
            Fungsi dari audit tanaman yaitu umtuk melakukan verifikasi bibit yang hidup dan yang mati agar untuk mengetahui tingkat keberhasilan hidup bibit, serta dengan dilakukannya audit tanaman dapat diketahui jumlah bibit yang telah di tentukan.
4.3.7    Pengangkutan bibit
           Kegiatan pengangkutan bibit yang kami dilakukan di CV. Rayani Mandiri sebanyak dua kali dengan menggunakan truk ke tempat penanaman, jenis bibit yang diangkut yaitu kemiri, jambu mente, jati super, jabon.
3.2       Kegiatan Dilapangan Sesuai Judul Yang Dipilih
            Kegiatan dalam melakukan teknik pembibitan jati Putih (Gmelina Arborea Roxb) di persemaian CV.Rayani Mandiri antara lain:         
3.2.1    Pengadaan Benih
           Pengadaan benih merupakan proses pembuatan benih untuk di tunaskan. pengadaan benih juga bertujuan untuk menekan biaya produksi dan kualitas benih. Benih yang baik menentukan tanaman yang produktif dan benih yang baik juga harus berasal dari tanaman indukan yang baik pula. Calon benih hendaknya dari tanaman yang bagus sehat,produktif, dengan tujuan benih yang kita adakan akan seperti induknya yang di benihkan.
Tujuan pengadaan benih sangatlah baik untuk menjaga kualitas produk, dimana produk yang berasal dari benih indukan yang baik akan menghasilkan calon tanaman yang baik pula, sehingga petani mengerti benih yang di tanam seperti apa.
Pengadaan benih jati Putih (Gmelina Arborea Roxb)yang di lakukan pada persemaian CV. Rayani Mandiri yaitu berasal jawa dan benih yang di adakan merupakan benih yang bersertifikat. Perlakuan pada benih Jati Putih (Gmelina Arberoa Roxb) dengan cara direndam air dingin selama 1 hari agar merangsang perkecambahan benih.
3.2.2    Pembuatan Bedeng Tabur
            Bedeng tabur dibuat dengan maksud untuk mengecambahkan benih yang akan dijadikan bibit. Bedeng tabur atau biasa juga disebut bak kecambah adalah tempat yang dibuat untuk proses perkecambahan benih hingga siap dipindahkan di polybag.pembuatan bedeng tabur dibuat di atas tanah seperti bedeng dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan bagian pinggirnya diperkuat dengan batu batako.
          Bedeng tabur yang digunakan di CV. Rayani Mandiri memiliki ukuran 2 x 1 meter dan memiliki kedalaman 30 cm yang disampingnya digunakan batako sebagai penghalang.
3.2.3    Media Tanaman
            Pada dasarnya tanah atau medium tumbuh yang lain untuk medium sapihan dipilih yang baik, bebas batu, kerikil dan benda – benda lain, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan benih yang dikecambahkan maupun pertumbuhan semai hasil sapihan. Benda-benda keras yang dimaksud antara lain  kerikil, atau batu. kemungkinan adanya jamur. Dalam usaha untuk memacu pertumbuhan semai hasil sapihan. Media Tanaman yang digunakan dalam pembibitan Jati Putih (Gmelina Arborea Roxb)berupa pasir pada lapisan bawah menggunakan media tanah sedangkan lapisan atas menggunakan sekam kayu.
3.2.5    Penaburan Benih
            Kegiatan Penaburan benih yang kami lakiukan ke dalam bedeng tabur, terlebih dahulu tanah pada bedeng tabur digemburkan agar mempermudah proses perkecambahankemudian dilapisi pasir, dilakukan penyiraman pada tanah yang telah digemburkan, biji Jati Putih (Gmelina Arborea Roxb)  di taburkan ke dalam bedeng. kemudian ditutup dengan menggunakan sekam kayu secara merata agar biji Jati Putih (Gmelina Arborea Roxb) tertutup di dalam tabur secara merata, selanjutnya dilakukan penyiraman kembali pada bedeng tabur untuk  mempermudah proses perkecambahan pada biji.
3.2.6    Penyiraman Benih Pada Bedeng Tabur
            Proses penyiramanbedeng tabur sangat diperlukan guna mempermudah perkecambahan pada biji, selain itu penyiraman dapat meningkatkan kelembapan pada tanah. penyiraman pada bedeng tabur dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore harimulai dari jam 8 pagi dan juga jam 4 sore.
3.2.7    Penyapihan
            Penyapihan pada bibit jati Putih (Gmelina Arborea Roxb) dilakukan stelah bibit berumur 2-3 minggu dan telah memiliki sekitar 4 helai daun serta tinggi bibit 10 cm. setelah itu dilakukan pelubangan pada polybag agar lebih memudahkan menancapkan akar bibit sebelum pembuatan lubang pada polybag dipastikan media telah dilakukan penyiraman agar lebih mudah saat pelubangan dan juga agar bibit tidak kekurangan air pada saat beradaptasi di polybag.
3.2.8    Penyiraman bibit pada bedeng sapih
        Penyiraman pada bibit sangat penting karena bibit sangat membutuhkan air, penyiraman dilakukan pada jam 8 pagi dan 4 sore. Pada CV. Rayani Mandiri penyiraman dilakukan dengan cara manual yaitu menggunakan selang panjang agar memudahkan menjangkau bibit yang jauh.

IV.    KESIMPULAN DAN SARAN
4.1       Kesimpulan
        Berdasarkan hasil praktik magangdiperoleh kesimpulan Pelaksanaan teknik pembibitan tanaman Jati Putih (Gmelina Arborea Roxb)di persemaian CV. Rayani Mandiri memiliki kegiatan Pengadaan benih,  pembuatan bedeng tabur, media tanaman, penaburan benih, penyiraman benih di bedeng tabur,  penyapihan, penyiraman pada bedeng sapih.
4.2       Saran                                                                                          
           Diharapkan pada persemaian CV. Rayani Mandiri agar memasang paranet untuk keseluruhan agar bibit lebih terjaga tidak terkena sinar matahari langsung karena dapat membuat tanaman mati ataupun mengering. Dan juga agar membuat pagar yang lebih kuat karena banyak ternak masyarakat masuk kedalam persemaian sehingga banyak bibit yang dimakan ternak. Lebih intensif pula dalam mengontrol bibit-bibit yang mati agar dapat segera dilakukan penyulaman.


DAFTAR PUSTAKA
Danu, Rohadi D, Nurhasybi. 2006. Teknologi dan Standarisasi Benih dan Bibit dalam Menunjang Keberhasilan Gerhan. Prosiding Seminar Hasil-hasil Penelitian.Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor (ID). Hal.63-76.
Irwansyah, A., Setiadi, Y., Wasis, B., & Mardatin, N. F. (2016). The Growth Response of Gmelina arborea Roxb. by Growth Stimulant at Nursery Permanen Dramaga IPB RESPON PERTUMBUHAN BIBIT Gmelina arborea ROXB TERHADAP PENAMBAHAN Growth Stimulant DI PERSEMAIAN PERMANEN IPB. Jurnal Silvikultur Tropika7(2).
Pramono, Suhaendi H. 2006. Manfaat Sertifikasi Sumber Benih, Mutu Benih dan Mutu Bibit dalam Mendukung Gerhan. Prosiding Seminar Hasil-Hasil Penelitian, Jambi 22 Desember 2005.Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor (ID). Hal.49-61.
Schmidf, L. 2000. Pedoman Penanganan Benih Tanaman di Persemaian Derektorat Jendral Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Departemen Kehutanan. Buku. Gramedia : Jakarta