Follow by Email

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung Mendapatkan Penghargaan Sebagai ASEAN Heritage Park - Portal Rimbawan

Portal Rimbawan - Taman Nasional yang ada di Indonesia saat ini berjumlah 50 Taman nasional dengan 6 diantaranya adalah dinyatakan sebagai situs warisan dunia. Jumlah yang cukup banyak tersebut tentu saja memperjelas posisi Indonesia sebagai negara dengan biodiversitas yang tinggi. Lebih-lebih ternyata di Indonesia terdapat satu-satunya taman nasional yang memiliki jenis kupu-kupu terbanyak di dunia. Terdapat sekitar 250 jenis kupu-kupu yang ada di sana sehingga kupu-kupu dijadikan maskot Taman Nasional Batimurung ini. Taman nasional itu adalah taman nasional Bantimurung-Bulusaraung. Bantimurung-Bulusaraung (Babul) terletak di kawasan karst Maros-Pankep, Sulawesi Selatan.

Taman Nasional Bantimurung terletak di Kabupaten Maros atau kurang lebih 45 km dari pusat kota Makassar. Tidak hanya akan disajikan dengan panorama keindahan alam yang menawan akan tetapi juga akan menambah pengetahuan anda. Taman dengan luas mencapai 43.750 ha ini selain terkenal dengan jutaan kupu-kupunya yang menawan juga memberikan keindahan alam dengan bukit kapur, air terjun serta gua yang tidak kalah menawan.
Kupu-kupu dan karst identik dengan taman nasional di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini. Para peneliti dari berbagai belahan dunia begitu kagum dengan kekayaan hayati kawasan ini sejak ratusan tahun lalu. Kepak sayap satwa bermetamorfosis ini telah melahirkan berbagai temuan dan menyokong kehidupan masyarakat sekitar.

Para penjelajah pun tak surut merunut perut-perut bumi yang terbentuk dari batuan karst. Ekosistem karst yang begitu unik ini memang tak mudah untuk disusuri. Butuh lebih dari sekadar keberanian untuk memasuki mulut gua-gua horizontal dan vertikal.

Pada acara Sixth ASEAN Heritage Park Conference yang diselenggarakan di Laos, 21-25 Oktober 2019, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Yusak Mangetan menerima piagam deklarasi sebagai ASEAN Heritage Park.

Penyerahan diberikan langsung oleh Executive Director of ASEAN Centre for Biodiversity, Dr. Theresa Mundita S. Lim kepada Kepala Balai TN Babul, Yusak Mangetan yang didampingi Nurhidayah, local community dari Desa Pattanyamang, Maros.

ASEAN Heritage Parks (AHP) merupakan penghargaan untuk kawasan lindung terpilih di ASEAN yang memiliki warisan fauna dan flora yang merepresentasikan Asia Tenggara. AHP merupakan penghargaan tertinggi terhadap suatu kawasan perlindungan atau konservasi dengan keberagaman hayati dan ekosistem yang indah.

Dengan penghargaan ASEAN Heritage Parks (AHP) ini mendapat respon positif dari masyarakat. Ini juga menjadikan bukti bahwa Maros adalah salah satu daerah yang memiliki warisan peradaban dunia. Seiring dengan penghargaan ini di harapkan juga prasarana dan fasilitas yang ada pada Taman Nasional Bantimurung dapat dibenahi.


Previous
« Prev Post