Follow by Email

Inilah Bekantan, Satwa Endemik Mangrove Kalimantan yang Terancam Punah - Portal Rimbawan

Portal Rimbawan - Si Monyet Hidung Panjang ini adalah spesies satwa endemik yang mendiami Hutan Mangrove Kalimantan di pulau Borneo (Indonesia, Malaysia dan Brunei). Nasalis larvatus biasa disebut Bekantan memiliki bulu denan rambut yang berwarna coklat kemerahan. Ia juga merupakan satu dari dua spesies dalam genus-tunggal monyet Nasalis.

Spesies ini banyak menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan mereka hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 33 ekor. Makanannya adalah aneka dedaunan, buah dan biji-bijian. Di Indonesia bekantan tersebar di semua Provinsi di Kalimantan dan menjadi maskot dari Kalimantan Selatan.

Sebagai akibat dari hilangnya habitat hutan mangrove dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta sudah sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya, maka Bekantan saat ini berstatus terancam punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini juga didaftarkan dalam CITES Appendix I yang berarti tidak boleh diperdagangkan.

Data pada tahun 1987 menyebutkan bahwa diperkirakan terdapat sekitar 260.000 Bekantan di Pulau Kalimantan saja, tetapi pada tahun 2008 diperkirakan jumlah itu menurun drastis dan hanya tersisa sekitar 25.000. Hal ini disebabkan oleh banyaknya habitat yang mulai beralih fungsi sebagai kebun sawit,  tambak ikan dan juga kebakaran hutan yang memicu hilangnya habitat asli bekantan.

Kementerian Kehutanan RI merangkum data dan fakta Bekantan, sebagai berikut di bawah ini:
Nama-Latin    : Nasalis larvatus.
Nama-Inggris : Proboscis Monkey.
Status   : Dilindungi berdasarkan Ordonansi Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No. 134 dan No. 266 jo UU No. 5 Tahun 1990. Berdasarkan Red Data Book termasuk dalam kategori genting, dimana populasi satwa berada di ambang kepunahan.

Bekantan juga merupakan satwa yang sangat sensitif,  mudah stress dan juga pemilih dalam urusan makanannya. Gangguan terhadap habitatnya akan sangat fatal bagi kelangsungan hidup populasi bekantan. Namun inilah hukum alam bahwasanya yang hidup akan tetap menemui kematian. Kita sebagai Manusia dikirim dimuka bumi untuk menjadi wali, bukan pembasmi. Jadi mari jaga bekantan demi lestarinya satwa endemik di Bumi Khatulistiwa ini.

Previous
« Prev Post