Follow by Email

Inilah Bekantan, Satwa Endemik Mangrove Kalimantan yang Terancam Punah - Portal Rimbawan

By On October 30, 2019

Portal Rimbawan - Si Monyet Hidung Panjang ini adalah spesies satwa endemik yang mendiami Hutan Mangrove Kalimantan di pulau Borneo (Indonesia, Malaysia dan Brunei). Nasalis larvatus biasa disebut Bekantan memiliki bulu denan rambut yang berwarna coklat kemerahan. Ia juga merupakan satu dari dua spesies dalam genus-tunggal monyet Nasalis.

Spesies ini banyak menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan mereka hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 33 ekor. Makanannya adalah aneka dedaunan, buah dan biji-bijian. Di Indonesia bekantan tersebar di semua Provinsi di Kalimantan dan menjadi maskot dari Kalimantan Selatan.

Sebagai akibat dari hilangnya habitat hutan mangrove dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta sudah sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya, maka Bekantan saat ini berstatus terancam punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini juga didaftarkan dalam CITES Appendix I yang berarti tidak boleh diperdagangkan.

Data pada tahun 1987 menyebutkan bahwa diperkirakan terdapat sekitar 260.000 Bekantan di Pulau Kalimantan saja, tetapi pada tahun 2008 diperkirakan jumlah itu menurun drastis dan hanya tersisa sekitar 25.000. Hal ini disebabkan oleh banyaknya habitat yang mulai beralih fungsi sebagai kebun sawit,  tambak ikan dan juga kebakaran hutan yang memicu hilangnya habitat asli bekantan.

Kementerian Kehutanan RI merangkum data dan fakta Bekantan, sebagai berikut di bawah ini:
Nama-Latin    : Nasalis larvatus.
Nama-Inggris : Proboscis Monkey.
Status   : Dilindungi berdasarkan Ordonansi Perlindungan Binatang Liar Tahun 1931 No. 134 dan No. 266 jo UU No. 5 Tahun 1990. Berdasarkan Red Data Book termasuk dalam kategori genting, dimana populasi satwa berada di ambang kepunahan.

Bekantan juga merupakan satwa yang sangat sensitif,  mudah stress dan juga pemilih dalam urusan makanannya. Gangguan terhadap habitatnya akan sangat fatal bagi kelangsungan hidup populasi bekantan. Namun inilah hukum alam bahwasanya yang hidup akan tetap menemui kematian. Kita sebagai Manusia dikirim dimuka bumi untuk menjadi wali, bukan pembasmi. Jadi mari jaga bekantan demi lestarinya satwa endemik di Bumi Khatulistiwa ini.

Hutan Mangrove Harus Dijaga,  Karena Memiliki Peran Vital Bagi Keberlangsungan Hidup Manusia - Portal Rimbawan

By On October 29, 2019

Portal Rimbawan - Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya hutan merupakan sesuatu yang sangat penting di Bumi. Hutan sebagai paru-paru dunia memiliki fungsi yang sangat vital dalam berbagai hal. Misalnya sebagai penetralisir udara yang ada di Bumi dimana telah terkontaminasi dengan berbagai polusi di udara. Selain sebagai pembersih udara, hutan juga sangat berperan sebagai penangkal banjir dan juga tanah longsor. Selain itu hutan juga berperan sebagai penyeimbang ekosistem dan menyimpan cadangan air di akar-akar pohonnya, sehingga ketika musim kemarau tiba kita tidak akan kehabisan air tawar. Itulah fungsi dari hutan secara umum.

Lalu, apakah hutan mangrove ini memiliki fungsi seperti dengan hutan-hutan pada umumnya? Tentu saja ya, hutan mangrove memiliki fungsinya sendiri.

Hutan magrove merupakan sekumpulan pepohonan yang tumbuh di area sekitar garis pantai yang dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut serta berada pada tempat yang mengalami akumulasi bahan organik dan pelumpuran. Hutan mangrove yang juga biasa dikenal dengan sebutan hutan bakau ini merupakan sebuah ekosistem yang bersifat khas karena adanya aktivitas daur penggenangan oleh pasang surut air laut. Pada habitat ini hanya pohon mangrove atau bakau yang mampu bertahan hidup dikarenakan proses evolusi serta adaptasi yang telah dilewati oleh tumbuhan mangrove.

Beberapa fungsi atau manfaat yang dimiliki oleh hutan mangrove ini antara lain sebagai berikut :

1. Dilihat dari segi ekonomisnya, hutan mangrove ini memiliki fungsi sebagai berikut: Menghasilkan beberapa jenis kayu yang kualitasnya diakui baik Menghasilkan hasil- hasil non kayu. Hasil non kayu yang dihasilkan hutan ini dikenal sebagi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Hasil hutan bukan kayu ini biasanya serupa arang kayu, tanin, bahan pewarna, kosmetik, hewan, serta bahan pangan dan juga minuman.

2. Dilihat dari segi ekologisnya, hutan mangrove ini memiliki fungsi sebagai berikut: Hutan mangrove memiliki fungsi sebagai pelindung pantai atau tumbuhan pelindung dari abrasi ombak-ombak laut yang bisa mengikis pinggir-pinggir pantai yang Menjadi habitat berbagai jenis hewan, dengan kata lain tumbuhan mangrove mampu untuk menahan air laut agar tidak mengikis tanah di garis pantai. Hewan- hewan yang hidup di sekitar pantai antara lain biawak air, kepiting bakau, udang lumpur, siput bakau, dan berbagai jenis ikan belodok Menjadi tempat hidup atau habitat bagi banyak tumbuhan atau flora. 

3. Sebagaimana Fungsi Tumbuhan yang lain, mangrove juga memiliki fungsi sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksigen (O2). Rusaknya hutan mangrove dapat mengakibatkan hilangnya fungsi-fungsi di tersebut. Bayangkan jika hutan rusak, tak ada lagi sesuatu yang mampu menghasilkan oksigen (O2) untuk kita bernapas, tidak adalagi sesuatu yang dapat menyerap gas (CO2) yang merupakan gas racun dan berbahaya bagi tubuh manusia, serta tak ada lagi suatu pertahanan kokoh yang mampu menahan laju abrasi.

4. Hutan mangrove memiliki peran sebagai tempat hidup berbagai macam biota laut seperti ikan-ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan. Selain binatang laut, bagi hutan mangrove yang ruang lingkupnya cukup besar sering terdapat jenis binatang darat di dalamnya seperti kera dan burung

Itulah beberapa fungsi yang dimiliki oleh hutan mangrove. Diantara fungsi-fungsi yang telah disebutkan, terdapat fungsi Vital dari hutan mangrove. Fungsi yang sangat vital dari hutan mangrove tersebut adalah melindungi sebagai tembok pertama yang meredam gelombang besar termasuk gelombang tsunami.

Di banyak negara maju telah menerapkan green belt atau sabuk hijau yang berupa hutan mangrove sebagai upaya untuk mengurangi dampak dari gelombang tsunami. Di Indonesia sendiri, terdapat kurang lebih 28 wilayah yang telah dikategorikan sebagai wilayah yang rawan akan ancaman tsunami. Namin, Hutan mangrove di Indonesia juga sangat memprihatinkan karena dibeberapa tempat keberadaannya dialihfungsikan sebagai area tambak, kebun sawit dan lain-lain. Padahal keberadaannya mempunyai fungsi yang sangat Vital bagi Manusia sendiri. 

Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung Mendapatkan Penghargaan Sebagai ASEAN Heritage Park - Portal Rimbawan

By On October 29, 2019

Portal Rimbawan - Taman Nasional yang ada di Indonesia saat ini berjumlah 50 Taman nasional dengan 6 diantaranya adalah dinyatakan sebagai situs warisan dunia. Jumlah yang cukup banyak tersebut tentu saja memperjelas posisi Indonesia sebagai negara dengan biodiversitas yang tinggi. Lebih-lebih ternyata di Indonesia terdapat satu-satunya taman nasional yang memiliki jenis kupu-kupu terbanyak di dunia. Terdapat sekitar 250 jenis kupu-kupu yang ada di sana sehingga kupu-kupu dijadikan maskot Taman Nasional Batimurung ini. Taman nasional itu adalah taman nasional Bantimurung-Bulusaraung. Bantimurung-Bulusaraung (Babul) terletak di kawasan karst Maros-Pankep, Sulawesi Selatan.

Taman Nasional Bantimurung terletak di Kabupaten Maros atau kurang lebih 45 km dari pusat kota Makassar. Tidak hanya akan disajikan dengan panorama keindahan alam yang menawan akan tetapi juga akan menambah pengetahuan anda. Taman dengan luas mencapai 43.750 ha ini selain terkenal dengan jutaan kupu-kupunya yang menawan juga memberikan keindahan alam dengan bukit kapur, air terjun serta gua yang tidak kalah menawan.
Kupu-kupu dan karst identik dengan taman nasional di kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini. Para peneliti dari berbagai belahan dunia begitu kagum dengan kekayaan hayati kawasan ini sejak ratusan tahun lalu. Kepak sayap satwa bermetamorfosis ini telah melahirkan berbagai temuan dan menyokong kehidupan masyarakat sekitar.

Para penjelajah pun tak surut merunut perut-perut bumi yang terbentuk dari batuan karst. Ekosistem karst yang begitu unik ini memang tak mudah untuk disusuri. Butuh lebih dari sekadar keberanian untuk memasuki mulut gua-gua horizontal dan vertikal.

Pada acara Sixth ASEAN Heritage Park Conference yang diselenggarakan di Laos, 21-25 Oktober 2019, Kepala Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Yusak Mangetan menerima piagam deklarasi sebagai ASEAN Heritage Park.

Penyerahan diberikan langsung oleh Executive Director of ASEAN Centre for Biodiversity, Dr. Theresa Mundita S. Lim kepada Kepala Balai TN Babul, Yusak Mangetan yang didampingi Nurhidayah, local community dari Desa Pattanyamang, Maros.

ASEAN Heritage Parks (AHP) merupakan penghargaan untuk kawasan lindung terpilih di ASEAN yang memiliki warisan fauna dan flora yang merepresentasikan Asia Tenggara. AHP merupakan penghargaan tertinggi terhadap suatu kawasan perlindungan atau konservasi dengan keberagaman hayati dan ekosistem yang indah.

Dengan penghargaan ASEAN Heritage Parks (AHP) ini mendapat respon positif dari masyarakat. Ini juga menjadikan bukti bahwa Maros adalah salah satu daerah yang memiliki warisan peradaban dunia. Seiring dengan penghargaan ini di harapkan juga prasarana dan fasilitas yang ada pada Taman Nasional Bantimurung dapat dibenahi.


Manusia Harus Bijak dalam Memanfaatkan Keanekaragaman Hayati,  Dewi Terwujudnya Kelestarian - Portal Rimbawan

By On October 29, 2019


Portal rimbawan - Dari Sabang sampai Merauke, Mianggas hingga Pulau Rote, Begitu luasnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasti terbayang pula betapa kaya dan beragamnya keanekaragaman hayati kita.

Keberadaan keanekaragaman hayati merupakan pilihan bagi manusia agar dapat melangsungkan kehidupannya di muka bumi ini. Perlindungan keanekaragaman sumberdaya hayati, diperlukan untuk menjamin kelestarian pemanfaatannya oleh manusia, mulai dari level ekosistem, level komunites, level species sampai dengan level gen.

Hutan dan Keanekaragaman hayati adalah salah satu fondasi penting bagi kesehatan manusia. Juga menyediakan sumber pangan, menjaga pasokan air bersih, penyedia obat-obatan dan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan iklim dunia. Keanekaragaman hayati menjadi topik yang hangat dibicarakan pada dekade terakhir ini, tetapi pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut masih sangat kurang.

Indonesia merupakan bagian dari negara-negara di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati yang perlu dikonservasi tidak hanya untuk kepentingan Indonesia sendiri tetapi juga untuk kepentingan skala ruang dunia. Untuk itu perlu diadakan pembagian beban biaya pemeliharaan keanekaragaman hayati secara internasional, karena selama ini negara-negara majulah yang banyak memperoleh manfaat dari keanekaragamanhayati di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Lingkungan hidup dengan keanekaragaman hayati merupakan dua hal yang tidak bisa di pisahkan. Kita sebagai manusia dimuka bumi ini dalam menyambung hidup memang tidak bisa terlepas dari alam, makanan, minuman dan obat-obatan sudah disediakan oleh alam untuk kita.

Di era modern sekarang ini, banjir sudah menjadi bencana langganan yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Faktor penyebab terjadinya banjir hanya satu, yaitu manusia atau lebih tepatnya lagi oknum tidak bertanggung jawab. Oknum-oknum tersebut merambah hasil hutan dengan memikirkan keuntungan yang banyak tanpa menyadari kerugian yang didapatkan lebih berlipat-lipat. Deforestasi hutan menjadi perkebunan sawit juga merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya bencana banjir. Sangat mengkawatirkan jika hal ini terus terjadi.

Pembukaan lahan hutan oleh masyarakat sekitar hutan juga harus diawasi lebih lanjut. Memang kebutuhan pangan masyarakat Indonesia penting tetapi mewujudkan kedaulatan pangan dan menjaga keanekaragaman hayati itu lebih penting lagi.

Melalui pendekatan keanekaraman hayati, diharapkan masyarakat juga tidak bergantung pada satu jenis sumber pangan saja. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara bagian tropis dengan curah hujan yang cukup untuk menghasilkan sumber pangan bagi rakyatnya. Alam sudah menyiapkan hutan, kebun, sawah yang disiapkan untuk kedaulatan pangan dan juga keberlanjutan keanekaragaman hayati yang berbeda di setiap daerahnya.

Kedaulatan pangan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia bisa saja tercapai dengan cara memanfaatkan keanekaragaman hayati sewajarnya dan melakukan pengelolaan dalam hal produksi. Keanekaragaman hayati di Indonesia juga dapat mengatasi terhadap masalah kemiskinan dan juga kelaparan.

Potensi keanekaragaman hayati tersebut harus dikelola dengan baik dengan memerhatikan aspek sistem produksinya. Dengan begitu, maka Indonesia tidak akan bergantung pada satu jenis sumber pangan saja.

Saat ini manusia sangat mudah mendapatkan makanan instan di toko-toko terdekat tanpa memerhatikan asal usul dan rangkaian pembuatannya. Apalagi kepedulian tentang keanekaragam hayati dan hutan, sudah semakin banyak hutan yang hilang tiap tahunnya, bulannya, minggunya bahkan mungkin nanti tiap detiknya kita akan kehilangan hutan dalam jumlah tertentu. Memanglah sebuah pernyataan yang pahit. Sekarang ini, manusia lebih mementingkan uang, uang dan uang tanpa memikirkan nasib alam semesta. Harus diingat bahwa semua yang ada di bumi ini hanyalah titipan semata maka dari itu kita perlu menjaganya.

Tetapi, kita sebagai manusia sudah seharusnya bijak dalam hal memanfaatkan kekayaan alam, yaitu dengan cara memperbaiki pola konsumsi dan ketergantungan kita terhadap alam semesta. Ingat ada ungkapan bahwa “Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang, akan tetapi kita hanya meminjam dari anak cucu kita”. Arti dari ungkapan tersebut sangatlah dalam yang mengisyaratkan bahwa demi terjaganya kelestarian bumi maka dituntutlah kesadaran dan kepedulian manusia dalam menjaga dan melestarikannya.

Sudah sepatutnya kita memanfatkan keanekaragaman hayati secara arif, agar keanekaragaman di Indonesia bisa bersifat kontinue atau berkelanjutan. Inti dari metode ini yaitu kesejahteraan manusia dalam melanjutkan hidupnya tetap terjamin karena penggunaan sumber daya alam yang bijak. Ini juga dapat menjaga dan melindungi sumber daya terbarukan yang bisa dimanfaatkan dimasa yang akan datang.

Kamus Rimbawan : Istilah-istilah Dalam Bidang Kehutanan

By On October 28, 2019

Portal Rimbawan - Kali ini kami akan memaparkan tentang istilah-istilah dalam bidang Ilmu Kehutanan. Isi materi ini semoga bisa bermanfaat dan menjadi kamus online (Om google) andalan bagi para pembaca atau kawan-kawan yang bekerja atau menuntut ilmu di bidang Kehutanan. Kita bahas selengkapnya di bawah ini :

Kehutanan adalah suatu praktik pengurusan yang berkaitan tentang pengelolaan, membuat, memanfaatkan dan melestarikan hutan untuk kepentingan manusia secara terpadu.

Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem yang ditumbuhi oleh pepohonan yang lebat dan persekutuan alam lainnya yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan serta mampu menciptakan iklim micro.

Kawasan Hutan adalah suatu wilayah yang ditetapkan oleh pemerintah dan dipertahankan keberadaannya sebagai hutan.

Komponen Abiotik Hutan yaitu terdiri dari tanah,  air,  suhu,  kelembapan, angin dan sinar matahari.

Komponen Biotik Hutan yaitu tumbuhan dan hewan.

Ekosistem adalah hubungan antara populaso disuatu tempat yang mengadakan interaksi,  baik secara langsung maupun tidak langsung dengan lingkungan abiotik dan hubungannya adalah timbal balik.

Ekosistem Hutan adalah hubungan antara kumpulan beberapa populasi baik itu binatang atau tumbuhan yang hidup dalam lapisan dan permukaan tanah dan terletak pada suatu kawasan dan terjadi interaksi dengan lingkungannya serta antara satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan.

Herbivora = pemakan tumbuhan

Karnivora = pemakan daging

Omnivora = pemakan tumbuhan dan daging

Individu adalah satuan mahkluk hidup.

Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berkembangbiak serta berada pada tempat yang sama.

Komunitas adalah kumpulan dari beberapa macam populasi yang menempati daerah yang sama. 

Hasil Hutan Non Kayu (HHBK) adalah hasil hutan yang berasal diluar daripada kayu.

Persemaian adalah tempat berlangsungnya kegiatan pembibitan.

Pembibitan adalah proses untuk menumbuhkan dan mengembangkan benih menjadi bibit yang siap tanam.

Pertumbuhan adalah pertambahan atau perkembangan elemen-elemen antara lain tinggi pohon dan diameter batang pohon sampai dengan waktu tertentu. 

Pendagiran adalah kegiatan mengemburkan tanah disekitar area tanam.

Penyiangan adalah kegiatan pengendalian gulma.  

Anakan Alam adalah bibit yang berasal dari bawah tegakan pohon asli dan tumbuh secara alami. 

Tumbuhan Toleran adalah tumbuhan yang membutuhkan cahaya matahari penuh.

Tumbuhan Intoleran adalah tumbuhan yang membutuhkan naungan atau tegakan pohon lain untuk menghidari cahaya matari penuh.

Asal Benih adalah tempat atau asal dimana jenis tersebut tumbuh.

Audit adalah proses identifikasi masalah, analisis dan evaluasi bukti yang dilakukan secara independen, obyektif dan profesional.

Bank Benih adalah koleksi benih untuk kegiatan penanaman atau penelitian di masa yang akan datang.

Bedeng Sapih adalah tempat untuk memelihara bibit yang sudah berada dalam polybag.

Bedeng tabur adalah tempat penaburan benih.

Benih adalah bakal bibit yang telah melalui tahapan seleksi.

Ortodoks adalah benih yang bersifat keras dan mampu disimpan dalam waktu yang lama.

Rekalsitran adalah benih yang tidak membutuhkan waktu penyimpanan dan mudah busuk.

Bibit adalah adalah bahan tanaman yang berupa benih, stek, cangkokan atau anakan yang siap untuk ditanam.

Bioteknologi adalah aplikasi penerapan genetika, kultur jaringan, teknik-teknik transfer untuk pemuliaan genetik tanaman.

Budidaya Hutan adalah cabang ilmu kehutanan yang mencakup dari teknik pengadaan benih, penanaman hingga perawatan guna menghasilkan hutan yang lestari.

Limbah merupakan bahan yang terbuang atau dibuang dari suatu aktivitas manusia atau proses alam yang tidak atau belum memiliki nilai ekonomi dan berdampak negatif pada lingkungan. 

Cangkokan adalah bibit yang berasal dari hasil pembiakan vegetatif.

Citra Satelit adalah hasil rekaman permukaan bumi dengan menggunakan wahana satelit bumi yang direkam dalam komputer atau media lain dan diproses kedalam bentuk hardcopy.

Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu daerah dengan bentuk sungai atau anak-anak sungai yang dapat menampung air kemudian dialirkan melalui sungai utama  dan selanjutnya berakhir pada danau atau laut.

Perhutanan Sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau hutan hak/adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya.

Prinsip Perhutanan Sosial adalah memberikan hak pengelolaan hutan ke masyarakat.

SHK = Sistem Hutan dan Kerakyatan

TORA = tanah Objek Reforma Agraria.

Ekokratis adalah pemimpin yang berpihak pada keberlangsungan lingkungan hidup.

Stek merupakan teknik pembiakan tanaman dengan menggunakan bagian vegetatif yang dipisahkan dari induknya dan apabila ditanam pada kondisi yang menguntungkan akan tumbuh tunas dan berkembang menjadi tanaman yang sempurna.