Follow by Email

CARA SEDERHANA BUDIDAYA GAHARU

Portal Rimbawan - TANAMAN GAHARU Merupakan jenis tanaman yang mudah dibudidayakan karna dapat tumbuh pada tanah dg jenis ap pun.
Tidak ada kriteria khusus jenis tanah yang dibutuhkan. Semua jenis tanah dapat dijadikan lahan untuk budidaya  GAHARU, asal bukan tanah yang terendam air seperti lumpur & rawa. KAYU GAHARU sebagai kayu yang memiliki harga yang cukup mahal. Diameter rata2 = 40-60 cm.

KAYU GAHARU yang sudah tua akan menghasilkan gubal secara normal. Gubal ini akan terbentuk di umur 25 th.
Ketika pohon GAHARU terinfeksi mikroba.
Gubal inilah yang nantinya berharga jual tinggi & sangat mahal. Pada perkembangannya untuk mencari sebuah gubal dari KAYU  GAHARU itu memakan waktu yang sangat lama.
Untuk itu sekarang KAYU  GAHARU DAPAT DIPANEN PADA USIA 5 TAHUN.

Berikut kami rangkum tips sederhana budidaya Gaharu :
1). PEMILIHAN BIBIT
Untuk melakukan pembudidayaan GAHARU harus dipersiapkan bibitnya
Jika ingin mendapatkan hasil pohon GAHARU yang berkualitas maka harus digunakan BIBIT  YANG BERKUALITAS. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih BIBIT GAHARU. Pastikan bibit sehat/tidak terserang hama & memiliki diameter min. 1 cm & tinggi min. 20-30 cm.
Bibit itu merupakan BIBIT YANG  IDEAL untuk dibudidayakan.

2). PERSIAPAN LAHAN
Pohon GAHARU tidak memerlukan lahan khusus.
Hanya saja yang perlu diperhitungkan adalah JARAK  TANAM dari tiap2 Pohon GAHARU. Jarak yang IDEAL 3x3 m.

3). MEDIA TANAM
Untuk menanam BIBIT GAHARU  harus dipersiapkan LUBANG  TANAM nx.
Ukuran lubang tanam yang  IDEAL 30x30x30 cm. Usahakan untuk pembuatan lubang dilakukan min. 2 minggu sebelum penanaman. Penanaman PUPUK pada lahan juga penting untuk  MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN  POHON GAHARU.
Penanaman BIBIT GAHARU  yang BAIK adalah dilakukan pada saat PERTENGAHAN  MUSIM PENGHUJAN.

4). PEMBERIAN NAUNGAN
Berguna untuk melindungi tanaman dari sinar matahari secara langsung & mengurangi penguapan air yang berlebihan. Bisa menggunakan jerami ato daun yang berukuran lebar.

5). POLA TANAM MONOKULTUR
Cara menanam ini yaitu satu areal perkebunan ditanami hanya pohon gaharu, pola tanam monokultur akan dapat memaksimalkan lahan dengan jarak tanam 2m x 2m atau 3m x 3m. Pemilihan jarak tanam akan mempengaruhi pertumbuhan pohon gaharu.

6). POLA TANAM TUMPANG SARI
pola tanam tumpang sari dapat dilakukan dengan cara menanam pohon gaharu di sela-sela tanaman lain seperti pohon sawit, karet, mahoni, pisang dan tanaman lainnya, dapat juga dilakukan penanaman sebagai pagar pembatas lahan milik kita. Pohon gaharu ini juga dapat ditanam di pekarangan rumah, masjid-masjid ataupun ditempat umum lainnya.

7). PEMELIHARAAN  GAHARU
Tanaman penghasil gaharu pada umur 1 – 3 tahun perlu dipelihara secara intensif, terutama pemberian Naungan s/d usia 1 tahun dan mengurangi gangguan dari gulma, karena tanaman penghasil gaharu telah bermikoriza, maka penggunaan pupuk dapat diminimalisir.

8). PEMUPUKAN
Pemupukan dapat dilakukan 3 bulan sekali, namun dapat juga dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan kompos atau Pupuk Kandang (sangat disarankan menggunakan pupuk organic).Dampak dari penggunakan PUPUK KIMIA mempengaruhi aroma. menurunkan harga jual serta merusak tanah.SEBAIKNYA HINDARI PUPUK KIMIA.

9). PEMANGKASAN cabang/ranting
Pemangkasan dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 2 – 5 tahun, dengan memotong cabang bagian bawah dan menyisakan 4 – 10 cabang atas.

10). INOKULASI ATAU PENYUNTIKAN
Inokulasi adalah salah satu hal yang sangat penting dalam usaha gaharu karena resin gaharu sangat tidak mudah terbentuk secara alami, sehingga perlu campur tangan manusia seperti dengan pembuatan pelukaan dan memberikan bahan pemicu produksi resin gaharu seperti cendawan dan bahan lainnya


Previous
« Prev Post