Follow by Email

Apa Kabar Irigasi Tommo? Riwayatmu Kini.....



Portal Rimbawan - Irigasi Tommo berlokasi di Desa Campaloga Kecamatan Tommo Kabupaten Mamuju, Proyek pengerjaan Irigasi ini dimulai Pada tahun 2009 dan digadang-gadang akan rampung pada 2015, tetapi pada tahun 2015 proyek itu masih terbengkalai dan dilanjutkan lagi pada 31 januari hingga 31 November 2017.

Sekarang sudah 2019 artinya Proyek itu telah berusia 10 tahun dimulai dari Pengerjaan awal proyek. Yang rencananya akan mengairi 2.500 hektar sawah yang membentang sepanjang kec. Tommo dan Kec. Pangale.

Masyarakat juga menanyakan akan kualitas dari pengerjaan proyek tersebut, dimana banyak saluran air yang berlubang (rusak sedang hingga parah) dan juga ditumbuhi rumput karena kurangnya perawatan padahal anggaran proyek ini menelan anggaran RTRW ratusan milyar. Pro kontra pun muncul tapi hingga saait ini Pemerintah pusat belum juga memerhatikan keluhan dari masyarakat.
 
Luas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan proyek ini adalah 537.725 meter persegi, dengan panjang saluran 2.500 hektare. Jumlah pemiliki lahan yang dibebaskan mencapai 248 kepala keluarga. Dari keterangan yang diperoleh dari Satuan Kerja (Satker) Irigasi, lama pengerjaan irigasi ditargetkan selama tiga setengah tahun.
 
Apakah proyek ini sarat akan korupsi?
 
Berikut Profil Pengerjaan dari Proyek Bendungan Irigasi Tommo :

NAMA PROJEK : PEMBANGUNAN IRIGASI TOMMO
LOKASI : Tommo, Kab. Mamuju Prov. Sulbar
WAKTU Waktu Projek : 2009-2015 dilanjutkan 31 Januari- 31 November 2017

Ø ASPEK PERENCANAAN DAN PELAKSANA
Tahapan perencanaan dan pelaksanaan meliputi:
a. Studi awal: ide untuk pengembangan irigasi pertanian dan perkiraan luas D.I,
b. Studi identifikasi: menentukan nama & luas, garis besar skema irigasi alternatif, pemberitahuan ke instansi pemerintah, serta fihak lain yeng terlibat dalam proyek tsb.
c. Studi pengenalan: kelayakan teknis, komponen dan aspek multisektor, penjelasan mengenai aspek-aspek yang belum dapat dipecahkan selama identifikasi, penentuan ruang lingkup studi, pekerjaan lapangan dan kantor (oleh orang-orang yang sesuai disiplin ilmu).
d. Studi kelayakan: analisis teknis dan ekonomi, definisi proyek & prasaran yang diperlukan, mengajukan program pelaksanaan, ketepatan yang disyaratkan, perlu pengukuran topogrfi, geotek dan kualitas tanah ekstensif.
e. Tahap perencanaan pendahuluan : pengukuran (peta topografi, penelitian kemampuan tanah); perencanaan pendahuluan : menentukan letak bangunan, tata letak jaringan, petak tersier, tipe bangunan, trase saluran, jaringan dan bangunan pembuang, termasuk analisis hidrologi (waterbalance).
f. Tahap perenacaan akhir: pengukuran & penyelidikan hidrometri/hidrologi; topografi; geologi teknik; model hidrolis, laporan akhir.

Ø Kontrak Proyek
Penandatangan kontrak paket pekerjaan irigasi Tommo sub project Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat) akhirnya terwujudkan yang disaksikan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Selasa.
 
Penandatangan kontrak irigasi Tommo sub projek 2.500 Ha Kabupaten Mamuju, dilaksanakan antara Pejabat pembuat Komitmen (PPK) Irigasi pada SNVT selaku pelaksana pengelola Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Provinsi Sulbar dengan pihak perusahaan masing-masing PT Wijaya Karya dan PT Duta Graha Indah.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang Provinsi Sulbar, Ir. Prasetyio, mengatakan, paket proyek irigasi yang ditandatangi ini termasuk luar biasa, karena nyaris seluruh pejabat penting yang ada di daerah ini ikut menyaksikan penandatanagan termasuk gubernur, wakil gubernur dan sekretaris provinsi. "Kami menilai penandatangan kontrak ini adalah pengalaman baru karena dihadiri seluruh pejabat dibanding dengan daerah-daerah lain," tuturnya. Ia mengatakan, ini menunjukkan keseriusan pemprov Sulbar untuk menyukseskan program pembangunan irigasi di wilayah kecamatan Tommo sekitar 45 kilometer dari ibukota Mamuju.
Wilayah Tommo adalah salah satu daerah yang memiliki potensi lahan pertanian di Sulbar yang hingga saat ini masih mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama untuk mengairi sawah para petani yang ada di wilayah itu.
Oleh karena itu, dengan penandatanagan paket kontrak ini telah dilaksanakan, maka diharapkan pembangunan irigasi Tommo itu dapat segera dibangun yang ditargetkan dapat selesai hingga awal Mei 2012 mendatang.
Pembangunan irigasi ini telah dilakukan review singkat terhadap daerah irigasi Tommo yang kemudian dimasukkan sebagai salah satu calon program yang akan dilaksanakan pada proyek bendungan tersebu

Ø Konflik atau Permasalahan
Irigasi yang terletak di Kec, Tommo Kab. Mamuju Prov. Sulbar rusak parah, padahal proyek ini menelan anggaran yang cukup fantastis mencapai miliaran rupiah. Yang rencananya akan mengairi 2.500 hektar sawah yang membentang sepanjang kec. Tommo dan Kec. Pangale.

Kualitasnya pun dipertanyakan warga, sebab proyrk irigasi ini belum selesai masa pemeliharaan , itu sudah banyak yang bolong, longsor, dan retak, sehingga mengancam sawah dan permukiman warga jika air meluap. Proyek yang dikerjakan BUMN ini dimulai dari tahun 2009 dan baru akan selesai pada 2015, cukup lama masa pengerjaannya. Tapi hingga 2019 ini irigasi ini belum berfungsi juga. Sehingga banyak yang menduga ada yang tidak benar, tidak sesuai perencanaan, sehingga harus diusut tuntas demi penyelamatan uang Negara dan asas manfaat proyek untuk rakyat.


source : katinting

Previous
« Prev Post