Follow by Email

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU BENIH DAN TEKNIK PERSEMAIAN MINAT BUDIDAYA KEHUTANAN UNTAD


LAPORAN LENGKAP

Indra Setiawan



Fakultas kehutanan

Jurusan Kehutanan
Universitas Tadulako
2019


I.     PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
             Pengertian hutan atau definisi hutan yang diberikan Dengler adalah suatu kumpulan atau asosiasi pohon-pohon yang cukup rapat dan menutup areal yang cukup luas sehingga akan dapat membentuk iklim mikro yang kondisi ekologis yang khas serta berbeda dengan areal luarnya.
              Hasil hutan merupakan sumberdaya ekonomi potensial yang beragam yang didalam areal kawasan hutan mampu menghasilkan hasil hutan kayu, non kayu dan hasil hutan tidak kentara seperti perlindungan tanah, pelestarian sumberdaya air dan beragam hasil wisata. Uraian tersebut di atas terungkap bahwa hutan, kehutanan dan hasil hutan sesungguhnya menjadi sumberdaya yang mempunyai potensi menciptakan barang, jasa serta aktifitas ekonomi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
                   Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai secara rendah sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi SDH yang berlebih. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak pihak yang belum memahami nilai dari berbagai manfaat SDH secara komperehensif. Untuk memahami manfaat dari SDH tersebut perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang dihasilkan SDH ini. Penilaian sendiri merupakan upaya untuk menentukan nilai atau manfaat dari suatu barang atau jasa untuk kepentingan manusia,
              Nilai merupakan persepsi manusia tentang makna suatu objek (sumberdaya hutan)   bagi individu tertentu pada tempat dan waktu tertentu. Sehingga akan terjadi keragaman nilai sumberdaya hutan berdasarkan pada persepsi dan lokasi masyarakat yang berbeda-beda. Nilai sumberdaya hutan sendiri bersumber dari berbagai manfaat yang diperoleh masyarakat. Masyarakat yang menerima manfaat secara langsung akan memiliki persepsi yang positif terhadap nilai sumberdaya hutan dan hal tersebut dapat ditunjukkan dengan tingginya nilai sumberdaya hutan tersebut.
            Nilai guna langsung merupakan nilai dari manfaat yang langsung dapat diambil dari SDH. Sebagai contoh manfaat penggunaan sumber daya hutan sebagai input untuk proses produksi atau sebagai barang konsumsi.Nilai guna langsung adalah nilai ekonomi yang diperoleh dari pemanfaatan langsung dari sebuah sumber daya atau ekosistem. Contoh nilai produk atau hasil dari barang dan jasa dalam suatu kawasan, nilai produktivitas atau hasil produksi suatu kawasan budidaya (pertanian dan perkebunan), kawasan atau ekosistem tertentu (hutan, daerah aliran sungai atau catchment area, mangrove, terumbu karang), serta pendapatan dari pajak dan revenue dalam suatu kawasan.
             Nilai guna langsung dari sumber daya hutan disuatu bentang lahan berdasarkan kayunya, maka variabel ekonomi yang relatif mudah digunakan dan bersifat menyeluruh adalah variabel kayu. Oleh karena itu, untukmemahami manfaat dari hutan tersebut perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang dihasilkan hutan khususnya nilai guna langsung berdasarkan harga kayu bulat dan kayu olahan. Penilaian sendiri merupakan upaya untuk menentukan nilai atau manfaat dari suatu barang atau jasa untuk kepentingan manusia.


1.2       Tujuan dan Kegunaan
             Adapun tujuan dilakukannya praktikum penilaian ekonomi sumber daya hutan dan lingkungan yaitu untuk mengetahui karakteristik sosial ekonomi pengunjung Taman Untad, Untuk mengetahui besarnya surplus pengunjung sebagai total manfaat daripada Taman Untad yang dirasakan oleh pengunjung dan nilai kesediaan untuk membayar (willingness to pay).
            Sedangkan kegunaan dilaksanakannya praktikum penilaian ekonomi sumber daya hutan dan lingkungan yaitu dapat mengetahui Respon pengunjung taman tentang pengelolaan, Manfaat dan apa saja fasilitas yang perlu ditambahkan pada Taman Untad tersebut.














II.     TINJAUAN PUSTAKA
2.1       Pengertian Nilai Ekonomi
            Menurut pearce dan tuner (1990) nilai ekonomi atau total nilai ekonomi suatu sumber daya secara garis besar dapat dikelompokan menjadi dua  yaitu nilai penggunaan (use value) dan nilai intrinsic (non use value). Sumber daya alam secara fisik diklasifikasikan menjadi sumber daya alam pulih, tak pulih dan gabungan,Sumber daya yang menurun kuantitasnya dan tidak dapat diperbaharui denganteknologi disebut daerah kritis. (Ari,2000)
            Berdasarkan pengelolaannya, pengelompokan sumber daya dibagi menjadi: pengelolaan oleh swasta untuk kelompok barang pribadi dan pengelolaan oleh pemerintah untuk barang public. (Swasono, Sri-Edi. (2005)).
            Nilai penggunaan tidak langsung ditentukan oleh manfaat yang berasal dari jasa – jasa lingkungan dalam mendukung aliran produksi dan konsumsi (Munasinghe, 1993).
            Sumber daya alam dan sumber daya adalahIlmu yang mempelajari pengalokasian sumber daya alam seperti air, lahan, ikan,hutan. Namun objek sumber daya alam yang terdapat di farm fakultas peternakan adalah air, tanah, hijauan pakan, udara dan RPH.Fauzi.A (2006).
2.2       Pengertian Nilai Guna Langsung
           Nilai guna langsung merupakan nilai yang bersumber dari penggunaan secara lang sung oleh masyarakat atau perusahaan terhadap komoditas hasil hutan produksi, berupa flora pohon dan nir pohon, fauna dan komoditas dari proses ekologis (ekosistem) hutan. Jenis manfaat penggunaan langsung ini dikelompokan atas 1) bahan baku industri, 2) bahan bangunan, 3) sumber energi, 4) pangan (makanan), 5) obat, 6) flora fauna untuk hiasan dan peliharaan, 7) air konsumsi rumah tangga (Fakultas Kehutanan IPB, 1999).   
2.3      Nilai Lingkungan
           Secara umum, nilai dapat didefinisikan sebagai pengukuran jumlah maksimum seseorang ingin mengorbankan barang dan jasa untuk memperoleh barang dan jasa lain (Fauzi, 2006).
           Pada dasarnya nilai lingkungan sendiri dibagi dua yaitu penilaian atas dasar penggunaan (instrumental value) dan nilai yang terkandung di dalamnya (intrinsic value). Nilai dasar penggunaan menunjukkan kemampuan lingkungan apabila digunakan untuk memenuhi kebutuhan, sedangkan nilai yang terkandung dalam lingkungan adalah nilai yang melekat pada lingkungan.
            Metode penilaian terhadap dampak lingkungan telah diterapkan dibeberapa negara, guna mengetahui pengaruh yang diberikan dari beberapa proyek yang dijalankan. Metode-metode tersebut pada dasarnya dapat dikelompokan menjadi dua macam metode, yaitu pendekatan harga pasar dan pendekatan  nilai barang pengganti (Nahi dkk, 2012).
2.4      Travel Cost Method
           Metode ongkos perjalanan biaya yang dikeluarkan tiap individu untuk menikmati kawasan rekreasi. Biaya yang dikeluarkan untuk berwisata ke suatu area dianggap sebagai "harga" akses dan area tersebut. (Turner, 2004 dalam Adrianto, 2010).
            Metode ini dapat mengestimasi manfaat ekonomi atau biaya sebagai hasil dari :
1.      Perubahan-perubahan biaya masuk dari sebuah situs rekreasi.
2.      Pengeluaran terhadap sebuah situs rekreasi yang ada.
3.      Tambahan sebuah tempat rekreasi baru.
4.      Perubahan kualitas lingkungan pada sebuah situs rekreasi.
2.5      Perilaku Konsumen
           Perilaku konsumen merupakan ukuran atau standar dasar pemikiran seseorang dalam memilih barang dan jasa yang mempunyai nilai paling tinggi (Djijono, 2002). Ada dua pendekatan yang digunkan dalam mempelajari perilaku konsumen:
1.      Pendekatan nilai guna (utility) cardinaladalah  kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang  yang  dapat dinyatakan secara kuantitatif, sehingga konsumen berusaha memaksimumkan kepuasannya.
2.      Pendekatan nilai guna (utility) ordinal, adalah kepuasan konsumen dari mengkonsumsi barang tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif, sehingga perilaku konsumen dalam memilih barang yang akan memaksimumkan kepusan ditunjukkan dalam kurva kepuasan sama (Indifferent Curve).
3.      Surplus konsumen merupakan perbedaan antara jumlah yang dibayarkan konsumen untuk mendapatkan suatu produk dan kesediaan untuk membayar. Surplus konsumen memberikan gambaran manfaat yang di peroleh karena dapat membeli semua unit barang  pada tingkatan rendah. Pada pasar yang berfungsi baik, harga pasar mencerminkan nilai marginal, seperti unit produk yang diperdagangkan. Secara sederhana, surplus konsumen dapat diukur sebagai bidang yang terletak di antara kurva permintaan dan garis harga (Djijono, 2002).
















III.    METODE PRAKTIKUM
3.1      Waktu dan Tempat
            Praktikum Penilaian Ekonomi Sumber Daya Hutan dan Lingkungan di dilaksanakan pada hari kamis tanggal 20 Desember 2018 pada pukul 14:00 WITA sampai dengan selesai, yang bertempat di Taman Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.  
3.2       Alat dan bahan
            Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum penilaian ekonomi sumber daya hutan dan  lingkungan  adalah  data kuisioner, kamera dan alat tulis-menulis.          
3.3       Cara Kerja
            Adapun langkah kerja yang dilakukan dalam praktikum yaitu :
1.      Terlebih dahulu kita menyiapkan data kuisioner yang akan digunakan.
2.      Mencari responden untuk mengisi data kuisioner
3.      Mewawancara responden dengan beberapa pertanyaan yang diajukan
4.      Mencatat hasil wawancara dan mengambil dokumentasi praktikum.









IV.      HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1       Hasil
4.1.1    Tabel 1.  Data Responden Mahasiswa
No.
Nama
Prodi
Fakultas
Nominal Kontribusi (Rp)
1.
Sarifah
Manajemen
Ekonomi
10.000
2.
Mutmainah
Manajemen
Ekonomi
50.000
3.
Azlian
Manajemen
Ekonomi
200.000
4.
Citra Nada Kasih
Pembangunan
Ekonomi
50.000
5.
Harmita
Kimia
MIPA
10.000
6.
Yuliana
Geografi
FKIP
50.000
7.
Fadli
Geografi
FKIP
5.000
8.
Windi
Geografi
FKIP
200.000
9.
Annisa
Geografi
FKIP
1.000.000
10.
Saron
Geografi
FKIP
500.000
11.
Sakina
Biologi
FKIP
300.000
12.
Dian
Sejarah
FKIP
400.000
13.
Moh. Irsan
Antropologi
FISIP
50.000
14.
Putra
Sosiologi
FISIP
20.000
15.
Darmawan
Antropologi
FISIP
10.000




4.1.2    Tabel 2.  Data Responden Masyarakat Umum
No.
Nama
Alamat
Pekerjaan
Nominal Konstribusi (Rp)
1.
Bahar
Jl. Tombolotutu
Ojek Online
200.000
2.
Ale Andriski
Parigi Moutong
Supir
50.000
3.
Anti
Jl. Pendidikan, Tondo
IRT
50.000
4.
Asetyo
Perdos blok C
Wiraswasta
100.000
5.
Edi
Jl. Padat Karya, Tondo
PNS
500.000
6.
Ani
Jl. Padat Karya, Tondo
IRT
200.000

4.1.3    Grafik 1.  Data Kontribusi Mahasiswa


4.1.4    Grafik 2.  Data Kontribusi Masyarakat Umum












4.2       Pembahasan
              Identifikasi dalam praktikum ini digunakan untuk mengetahui pola karakteristik dan fungsi sosial dari penggunaan Taman Universitas Tadulako sebagai ruang publik. Dalam identifikasi ini dikategorikan berdasarakan aktivitas mahasiswa dan masyarakat umum. Pengunjung Taman Univeritas Tadulako oleh kelompok mahasiswa pengunjung didominasi dari prodi Geografi fakultas FKIP karena melakukan aktivas kajian, tempat berdiskusi dan sekaligus refresing sambil berfoto ria. Sedangkan pengunjung oleh kelompok masyarakat umum di bervariasi ada dari orang tua mahasiswa, ojek online dan teman-teman dari mahasiswa.
              Pengunjung yang memiliki frekuensi kunjungan sering dan lumayan didominasi oleh mahasiswa karena memang Taman yang masih berada dalam lingkungan kampus. Tujuannya cenderung untuk melakukan refresing dan lain sebagainya, pengunjung yang berkunjung hampir setiap hari  berkunjung untuk jala-jalan, nongkrong,  tempat wadah pembelajaran ataupun rapat. Pada hari diluar jam belajar mahasiswa Taman Universitas Tadulako pun didominasi oleh Mahasiswa juga. Kebanyakan pengunjung Taman Universitas Tadulako menggunakan kendaran roda dua dan roda empat.
              Para pengunjung Taman banyak mengusulkan atau setuju dengan adanya penataan kembali wilayah taman tersebut sehingga lebih indah ataupun lebih bagus lagi agar pengunjung lebih nyaman dalam merasakan taman Universitas Tadulako, dari beberapa responden yang berkunjung semuanya sangat antusias dalam membantu penataan atau mengelola kembali taman tersebut dan masing memberikan kontribusi bervariasi dari mulai Rp 5.000 – 1.000.000, yang paling sering sering dikunjungi dari responden adalah dibawah pohon karena dilindungi dari sinar matahari. Dari hal tersebut dengan adanya bantuan dari responden sangat membantu untuk pembenahan lokasi taman Universitas Tadulako.
              Berdasarkan analisis regres dari 15 responden mahasiswa dan 6 responden dari masyarakat umum secara signifikan mempengaruhi penataan wilayah taman Universitas Tadulako. Berdasarkan pendekatan metode biaya penataan dihasilkan kontribusi dari mahasiswa sebesar Rp 2.855.000 dari 15 mahasiswa dengan rata-rata Rp 190.333. Dan pendekatan metode biaya penataan dihasilkan kontribusi dari masyarakat umum sebesar Rp 1.100 dari 6 masyarakat umum dengan rata-rata Rp 183.333. Dapat disimpulkan pengunjung sangat senang dengan adanya Taman Untad dan siap untuk memberikan kontribusi dalam penataaan atau pengelolaan kembali sarana dan prasarana Taman Universitas Tadulako.











V.      PENUTUP
5.1.      Kesimpulan
             Berdasarkan hasil dan pembahasan pada halaman sebelumnya, kita dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
1.           Pengunjung Taman Univeritas Tadulako oleh kelompok mahasiswa pengunjung didominasi dari prodi Geografi fakultas FKIP karena melakukan aktivas kajian, tempat berdiskusi dan sekaligus refresing sambil berfoto ria.
2.           Pengunjung oleh kelompok masyarakat umum di bervariasi ada dari orang tua mahasiswa, ojek online dan teman-teman dari mahasiswa tersebut.
3.           Besaran nilai rata-rata kesediaan untuk membayar (WTP) per pengunjung terhadap  perbaikan dan pengembangan fasilitas Taman untad rata-rata Rp 190.333 dari 15 Responden kalangan mahasiswa dan rata-rata Rp 180.333 dari 6 responden kalangan masyarakat umum.
5.2.      Saran
             Sebagai Mahasiswa yang baik patutlah kita menjaga lingkungan di sekitar Taman Untad dengan cara tidak membuang sampah sembarangan pada area taman karena dapat berpengaruh terhadap penilaian kondisi lingkungan Taman yang ada, sehingga pengunjung dari taman tersebut dapat berkurang.



DAFTAR PUSTAKA
Adrianto, Mochamad. 2010. Aplikasi Travel Cost Method Pada Benda Cagar       
        Budaya: Studi Kasus Musium Sangiran.Surakarta: Skripsi Universitas Sebelas Maret.

Arie, U. 2000. Budidaya Bawal Air Tawar untuk Konsumsi dan Ikan Hias. Penebar Swadaya. Jakarta.

Djijiono. 2002. Valuasi Ekonomi Menggunakan Metode Travel Cost Taman Wisata Hutan di Taman Wan Abdul Rachman Propinsi Lampung. Makalah Pengantar Falsafah Sains, 1-20, Institut Pertanian Bogor.

Fauzi, Akhmad. 2006. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Jakarta: Gramedia.

Iamtrakul, Pawinee. Hokao, Kazunori. Teknomo, Kardi. 2005. Public Park Valuation Using Travel CostMethod. Vol 5, 1249-1264.

Munasinghe, M. 1993. Environmental Economics and Sustainable Development. Washington.D.C :The World Bank

Nahib,Irmadi, Yatin Suwarno dan Syahrul Arief. 2012. Pemetaan Terumbu Karang dan Nilai Ekonomi Berdasarkan Travel Cost Method: Studi Kasus Di Taman Nasional Karimunjawa. Vol 5, 8-9.

Pearce, D.W. and Moran, D. 1994. The Economic Value of Biodiversity. Earthscan, London.

Swasono, Sri-Edi. (2005). Ekspose Ekonomika: Mewaspadai Globalisme dan Pasar Bebas. Yogyakarta: Pustep-UGM.




Previous
« Prev Post