Follow by Email

LAPORAN LENGKAP PRAKTIKUM SISTEM INFORMASI SPASIAL ( INDERAJA 2)




HALAMAN PENGESAHAN
Judul             :  Laporan Lengkap Praktikum Penafsiran Foto Udara dan Citra Satelit (INDERAJA 2).
Tujuan          : Untuk Mengetahui menggunakan alat receiver GPS, melakukan teknik georeferencing, digitasi peta, dan membuat layout peta.
Kelompok     : VI (Enam)
Kelas            : KHT B
Jurusan         : Kehutanan
Fakultas        : Kehutanan
Universitas   : Tadulako


Palu,      Desember 2018
Menyetujui,
Koordinator Asisten
Praktikum Penafsiran
Foto Udara Dan Citra Satelit




Muhammad Arya Rizki
L 131 14 014
Asisten Penanggung Jawab
Praktikum Penafsiran
Foto Udara Dan Citra Satelit




Muhammad Arya Rizki
L 131 14 014

Mengetahui,
Dosen penanggung jawab
Penafsiran Foto Udara dan Citra Satelit




Ida Arianingsih ST.MP
NIP : 197907262005 01 2002
 KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta karunia-Nya kepada penyusun sehingga praktikum dan penyusunan Laporan Inderaja 2 berjalan dengan baik.  Tak lupa penyusun mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak berperan penting dalam membantu penyusunan laporan ini, yaitu kepada dosen pembimbing yang banyak memberikan semangat dan masukan baik dalam teori maupun pelaksanaannya, dan terutama asisten yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama kegiatan praktikum hingga sampai saat penyusunan laporan.
Dalam penyusunan laporan ini, peyusun meyadari bahwa laporan ini sangat jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangan, oleh karena itu peyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun sehingga dapat dijadikan pedoman agar memperbaiki penyusunan laporan selanjutnya.Pada kesempatan ini penyusun menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan maupun bantuan dalam menyusun laporan lengkap ini dan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua baik sekarang maupun di masa yang akan datang.


                                                Palu,    Desember 2018


                                                                                           Kelompok 6
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL...............................................................................        i
HALAMAN PENGESAHAN....................................................................        ii
KATA PENGANTAR................................................................................       iii
DAFTAR ISI..............................................................................................        iv
DAFTAR GAMBAR..................................................................................        v

I.    PENDAHULUAN                                                       
1.1  Latar Belakang................................................................................      1
1.2  TujuanPraktikum..............................................................................      3

II.   TINJAUAN PUSTAKA
       2.1 Definisi Sistem Informasi Geografis (GIS)......................................      4
       2.2 Pengertian GPS..................................................................................     4
       2.3 Georeferencing.................................................................................      5
       2.4 Digitasi..............................................................................................      6
       2.5Layout ................................................................................................      6

III.  METODE PRAKTIKUM
       3.1 Waktu dan Tempat..........................................................................      8
       3.2 Alat dan Bahan.................................................................................     8
       3.3 Cara Kerja.........................................................................................    8
             3.3.1 Penggunaan Alat Receiver GPS.............................................      8
                  3.3.2 Georeferencing.......................................................................     11
                  3.3.3 Digitasi...................................................................................     13
  3.3.4 Layout....................................................................................     16

IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN
       4.1 Hasil.................................................................................................    19
            4.1.1 Digitasi Peta.............................................................................    19
            4.1.2 Layout Peta..............................................................................     20
       4.2 Pembahasan......................................................................................    21

V.   PENUTUP
       5.1 Kesimpulan .......................................................................................   23
       5.2 Saran .................................................................................................   23

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN



I.             PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Pengindraan jauh adalah suatu ilmu, seni, dan teknik dalam usaha mengetahui benda, dan gejala dengan cara menganalisis objek dan arah tanpa adanya kontak langsung dengan benda, gejala, dan objek yang dikaji. Pengambilan data dalam pengindraan jauh dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan sensor buatan. Tidak adanya kontak dengan objek yang dikaji maka pengindraan dilakukan dari jarak jauh sehingga disebut pengindraan jauh.
GPS adalah system navigasi yang menggunakan satelit yang didesain agar dapat menyediakan posisi secara instan, kecepatan dan informasi waktu dihampir semua tempat dimuka bumi, setiap saat dan dalam kondisi cuaca apapun, sedangkan alat untuk menerima sinyal satelit yang dapat digunakan oleh pengguna secara umum dinamakan GPS Tracker atau GPS Tracking, dengan menggunakan alat ini maka dimungkinkan user dapat melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan Real-Time.
Georeferencing adalah proses pemberian referensi geografi atau lebih mudahnya memberikan suatu system koordinat dari objek berupa raster atau image yang belum mempunyai acuan system koordinat ke dalam system koordinat dan proyeksi tertentu.
Digitasi merupakan usaha untuk menggambarkan kondisi bumi  ke dalam sebuah bidang datar dalam computer atau dapat disebut sebagai pengubahan data peta hardcopy menjadi softcopy. Sumber data peta untuk digitasi dibagi menjadi beberapa bagian.
Layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga membentuk suatu susunan artistic. Hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan.
Era komputerisasi telah membuka wawasan dan paradigma baru dalam proses pengambilan keputusan dan penyebaran informasi. Data yang merepresentasikan dunia nyata dapat disimpan dan diproses sedemikian rupa sehingga dapat disajikan dalam bentuk-bentuk yang lebih sederhana dan sesuai kebutuhan. Sesuai dengan perkembangan teknologi, khususnya komputer grafik, basisdata, teknologi informasi, dan teknologi satelit inderaja (penginderaan jauh/remote sensing), maka kebutuhan mengenai penyimpanan, analisis, dan penyajian data yang berstruktur kompleks dengan jumlah besar makin mendesak. Struktur data kompleks tersebut mencakup baik jenis data spasial maupun atribut.
Dengan demikian, untuk mengelola data yang kompleks ini, diperlukan suatu sistem informasi yang secara terintegrasi mampu mengolah baik data spasial maupun data atribut ini secara efektif dan efisien. Tidak itu saja, sistem inipun harus mampu menjawab dengan baik pertanyaan spasial maupun atribut secara simultan. Dengan demikian, diharapkan keberadaan suatu sistem informasi yang efisien dan mampu mengelola data dengan struktur yang kompleks dan dengan jumlah yang besar ini dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang tepat. Salah satu sistem yang menawarkan solusi-solusi untuk masalah ini adalah Sistem Informasi Geografis (SIG).

1.2         Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dilakukannya praktikum yaitu mahasiswa mampu menggunakan alat receiver GPS, melakukan teknik georeferencing, digitasi peta, dan membuat layout peta.
Kegunaan dilakukannya praktikum yaitu mahasiswa mengetahui cara menggunakan alat receiver GPS, melakukan teknik georeferencing, digitasi peta dan membuat layout peta.
II.               TINJAUAN PUSTAKA
2.1       Definisi Sistem Informasi Geografis (GIS)
Definisi Sistem Informasi Geografis (SIG) selalu berkembang, bertambah, dan bervariasi. SIG juga merupakan suatu bidang kajian ilmu dan teknologi yang relatif baru, digunakan oleh berbagai bidang disiplin ilmu, dan berkembang dengan cepat. SIG adalah sistem komputer yang digunakan untuk memasukkan (capturing), menyinmpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data-data yang berhubungan dengan posisi-posisi di permukaan bumi ( Eddy Prahasta, 2002).    
SIG dapat didefinisikan sebagai kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang memungkinkan untuk mengelola (manage), menganalisa, memetakan informasi spasial berikut data atributnya (data deskriptif) dengan akurasi kartografi ( Eddy Prahasta, 2002).    

2.2              Pengertian GPS
GPS merupakan akronim dari Global Positioning System atau system penentuan posisi global, yaitu serangkaian satelit navigasi ( NAVSTAR ) milik US Dept. Of Defense yang mengorbit bumi dan secara kontinyu memancarkan sinyal radio berkekuatan sangat rendah sehingga memungkinkan seseorang yang  memiliki penerima sinyal GPS (GPS receiver) untuk menentukan posisinya di permukaan bumi. Susunan satelit telah diatur sedemikian rupa sehingga sehingga setiap GPS receiver dipermukaan bumi dapat menerima sinyal dari minimal 4 satelit. Dengan mengukur jarak dari receiver ke masing-masing satelit, dapat dihitung pengamat di permukaan bumi (Abidin, 2000).

2.3              Georeferencing
Georeferencing adalah proses penyelarasan data spasial (lapisan yang berentuk file, polygon, titik dll) ke file gambar seperti peta histeris, citra satelit, atau foto udara. Sumber Geografis Images menyediakan link ke sumber daya dapat menemukan jumlah tak terbatas yang berbasis GIS data-gambar. Proses-proses Georeference meliputi pergeseran, pemutaran, perubahan skala dan kadang kala dibutuhkan Warping, rubber shetting dan orthorectification (Danoedoro, 2004).
Keindahan SIG adalah informasi baru yang dihasilkan ketika kita menyatukan data dari berbagai sumber berdasarkan kerangka lokasi. Manfaat dari GIS yaitu dapat mengolah data yang mungkin terdaftar dalam suatu system referensi geografis dan untuk menciptakan asosiasi yang berguna dengan informasi lainnya. Salah satunya adalah georeferensing untuk memindai peta, foto udara dan system CAD file sehingga nilai mereka dapat dikalikan melalui asosiasi dengan data lainnya (Prahasta, 2002).                     
Georeferencing yaitu proses scaling, berputar, menerjemahkan dan deskewing gambar agar sesuai dengan ukuran tertentu dan posisi. Para georeferensi jangka panjang akan menjadi asing bagi pengguna GIS, tetapi umum CAD pengguna mungkin belum pernah melihat kata sebelumnya, meskipun fungsi ini sangat berguna untuk pekerjaan mereka.Kata awalnya digunakan untuk menggambarkan proses dari referensi gambar peta ke lokasi geografis grafis.Untuk sesuatu georeferensi berarti untuk mendefinisikan keberadaannya di ruang fisik, Artinya, mendirikan perusahaan lokasi dalam hal proyeksi peta atau sistem koordinat. Istilah ini digunakan baik ketika menetapkan hubungan antara raster atau vektor gambar dan koordinat tetapi juga ketika menentukan lokasi spasial fitur geografis lainnya. Contohnya termasuk menetapkan posisi yang benar dari sebuah foto udara dalam peta atau menemukan koordinat geografi suatu nama tempat atau jalan alamat (Galuh Subroto, 2011). 

2.4              Digitasi
Proses digitasi on-screen adalah digitasi yang dilakukan pada layar monitor komputer dengan memanfaatkan berbagai perangkat lunak sistem informasi geografis seperti Arc View, Map Info, AutoCad Map, dan lain-lain. Data sumber yang akan didigitasi dalam metode ini tidak dalam bentuk peta analog atau hardcopy. Data sumber tersebut terlebih dahulu disiam (scan) dengan perangkat scanner. Penyiaman ini akan membentuk sebuah data yang mirip dengan hardcopy yang disiam, dalam bentuk data raster dengan format file seperti .jpg, .bmp, .tiff, .gif, dan lain-lain. Data tersebut berwujud file gambar raster yang dapat dilihat dengan menggunakan berbagai perangkat lunak pengolah gambar (Widartono, 2002).

2.5              Layout
Layout adalah penyusun dari elemen-elemen desain yang berhubungan kedalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistic. Hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan (Prahasta, 2002).
Pembuatan Layout peta merupakan pekerjaan terakhir setelah input data, editing data, analisis data, penambahan label, dan pengaturan legenda daftar isi telah dilakukan. Melalui fasilitas layout dapat membuat dan mengatur data mana saja yang akan digunakan sebagai output dari proses atau analisis gis yang digunakan serta bagaimana data tersebut akan ditampilkan (Anonym. 2011).
Layout ini akan bermanfaat untuk memperjelas peta dan memperindah secara tampilan, selain itu tujuan yang lebih penting mengenai layout peta adalah sebagai atribut pelengkap yang mampu menjelaskan isi peta, yang merupakan informasi-informasi penting. Tanpa adanya layout, sebuah peta tidak akan berarti apa-apa, dan hanya bermakna sebagai gambar biasa. Pentingnya layout ini pada sebuah peta, sehingga perlu dilakukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendesain layout yang baik. Melalui praktikum ini praktikan diharapkan akan mempunyai pengetahuan mengenai layout dan dapat mengaplikasikannya untuk keperluan lain (Anonym. 2011).
III.           METODE PRAKTIKUM
3.1     Waktu dan Tempat
          Praktikum ini dilaksanakan pada hari Senintanggal 17Desember2018 pukul 14.00 sampai dengan selesai. Bertempat di Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, Palu.
3.2     Alat dan Bahan
          Adapun alat dan bahanyang digunakan yaitu laptop, alat tulis, Gps Essensialdan citra.

3.3     Langkah Kerja
3.3.1   Penggunaan Alat Receiver GPS
1.    Pertama-tama buka GPS (GPS Essential), kemudian buka setting pada aplikasi GPS Essential.
2.  Klik units pilih kilometer, meters
 
3.  Klik settings pilih position datum word
 
4.  Klik settings pilih position format Utm
 
5.  Klik satelit. Untuk mencek satelit (warna hijau bearti satelit yang menangkap sinyal)
6.  Setelah mencari satelit klik waypoint pilih simbol untuk pemberian nama titik koordinat.
 
7.  Klik waypoint pilih simbol untuk nama titik.
3.3.2  Georeferencing
1.    Aktifkan toolbar georeferencing dengan klik kanan screen di kanan atas, pada papan toolbar yang kosong.
2.    Klik Add data untuk menginput data yang akan diolah. Klik Yes jika muncul pertanyaan berikut. Lalu klik Ok.
3.    Klik add data untuk menginput data yang aja dikelola. Klik add x,y data pilih data excel lalu muncul klik add kemudian klik edit.
           
4.    Peta format JPG siap untuk digeoreferensin
5.    Pilih Koordinat Systems, selanjutnya Geographic Coordinate Systems, kemudian Word lalu pilih WGS 84. Selanjutnya pilih OK.
6.    Klik dua kali pilih model symbol.
3.3.3 Digitasi
1.    Buka ArcCatalog, Tentukan lokasi penyimpanan. Klik kanan pada folder Digitasi, pilih New_ Shapefile
2.    Muncul jendela Create New Shapefile. Ketik Nama File pada isian Name. Pilih (Point, Polylline, Polygon) pada pilihan Feature Type. Klik Edit pada bagian kanan dialog box untuk menentukan sistem koordinat dan proyeksi data baru. Klik Select, pilihlah Geographic Coordinate Systems_World_WGS 1984, Klik Add, Klik OK
3.    Buka ArcMap, Pilih A New Empty Map. Tampilkan data dasar digitasi (hasil georeferensing) dan  layer yang akan didigitasi, yang telah dibuat pada Arc Catalog (mis: layer Desa.shp) dengan mengklik Add Data
4.    Klik kanan layer yang akan didigitasi pilih Edit Features  selanjutnya Start Editing. Klik nama file shp yang akan didigit pada kolom Start Editing selanjutnya Continue
5.    Mulai mendigit dengan memanfaatkan tool berikut : 
6.    Klik Stop Editing jika selesai mendigitasi.
7.    Untuk pemberian nama klik kanan open attribute table_ add field_tulis nama diketerangan.
               
8.    Klik editor_pilih start editing_klik dua kali beri nama pada kolom keterangan enter sampai habis.
      

3.3.4  Layout
1.    Untuk mengatur kertas dan printer, klik File>Page and Print Setup. Pilih ukuran kertas A4, orientasi Landscape, klik OK.
2.    Klik Insert kemudian pilih Teks untuk menginput teks (judul), North Arrow  untuk arah mata angin, Scale Bar untuk skala,  Legend untuk legenda dan Data Frame untuk input peta situasi.
    
3.    Klik kanan  mouse pada posisi area peta pilih Properties>Tab Grid> New Grid untuk menambahkan grid pada peta.
4.    Pilih Graticule > Next muncul pengaturan interval koordinatnya. Klik Next, muncul jendela pengaturan garis grid dan label
5.    Klik kanan pilih properties_ pilih scale and units_ scala bar pilih properties milles.
 
6.    Untuk pemberian nama klik insert pilih legends_next. Klik labels_oke.
 
7.    Selanjutnya cara menyimpan layout peta klik file pilih export Map_file name_save.
 
IV.         HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1     Hasil
Adapun hasil dari praktikum inderaja II mengenaimendigitasi peta dan layout peta universitas tadulako sebagai berikut.
4.1.1 Digitasi Peta
Gambar 1. Hasil Digitasi Jalan
Gambar 2. Hasil Digitasi Bangunan
4.1.2 Layout Peta
Gambar 3. Hasil Layout Peta Universitas Tadulako











4.2         Pembahasan
Proses digitasi on-screen adalah digitasi yang dilakukan pada layar monitor komputer dengan memanfaatkan berbagai perangkat lunak sistem informasi geografis seperti Arc View, Map Info, AutoCad Map, dan lain-lain. Data sumber yang akan didigitasi dalam metode ini tidak dalam bentuk peta analog atau hardcopy. Data sumber tersebut terlebih dahulu disiam (scan) dengan perangkat scanner. Penyiaman ini akan membentuk sebuah data yang mirip dengan hardcopy yang disiam, dalam bentuk data raster dengan format file seperti .jpg, .bmp, .tiff, .gif, dan lain-lain. Data tersebut berwujud file gambar raster yang dapat dilihat dengan menggunakan berbagai perangkat lunak pengolah gambar.
Posisi seseorang dapat diketahui dengan bantuan titik koordinat, dimana koordinat tersebut adalah wilayah yang berada dalam bumi ini yang dapat diketahui dengan bantuan satelit. Sedangkan untuk mengetahui posisi seseorang tersebut dapat diketahui dengan bantuan GPS (Global Positioning System).
Georeferencing adalah suau cara menilustrasikan suatu titik koordinat kedalam suatu peta dengan penyesuaian titik koordinat aslina dengan titik koordinat yang telah tersimpan didalan GIS (Global Information System).
Pada praktikum kali ini, kawasan yang dipakai adalah kawasan Universitas tadulako, Palu-Sulawesi Tengah. Pada praktikum kali ini dilakukan digitasi gedung dan jalan. Digitasi gedung adalah melakuka penutupan pada setiap gedung dalam bentuk polygon sedangakan digitasi jalan dalam bentuk polyline.
Dalam melakukan digitasi gedung, jalan dan sungai dibutuhkan kecermatan yang tinggi agar bentuk digitasi sesuai dengan bentuk aslinya di lapangan atau lokasi aslinya. Semakin cermat saat digitasi makan akan semakin rapih juga bangunan yang di digatisinya.
Setelah di digatasi, peta yang sudah didigitasi tersebut kemudian akan dijadikan layout. Dimana layout adalah hasil akhir dari peta yang dapat menyampaikan tujuan dan lebih mudah dipahami oleh pembaca. Dalam layout yang harus diperhatikan dalah keterangan atau legenda dari objek-objek yang ada. Semakin banyak objek dan semakin  jelas penyampaiannya maka layout itu akan semakin mudah dipahami
V.              PENUTUP
5.1         Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.    SIG dapat didefinisikan sebagai kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang memungkinkan untuk mengelola (manage), menganalisa, memetakan informasi spasial berikut data atributnya (data deskriptif) dengan akurasi kartografi.
2.    Proses digitasi on-screen adalah digitasi yang dilakukan pada layar monitor komputer dengan memanfaatkan berbagai perangkat lunak sistem informasi geografis seperti Arc View, Map Info, AutoCad Map, dan lain-lain.
3.    Layout peta merupakan pekerjaan terakhir setelah input data, editing data, analisis data, penambahan label, dan pengaturan legenda daftar isi telah dilakukan.
4.    Dalam melakukan digitasi gedung, jalan dan sungai dibutuhkan kecermatan yang tinggi agar bentuk digitasi sesuai dengan bentuk aslinya di lapangan atau lokasi aslinya. Semakin cermat saat digitasi makan akan semakin rapih juga bangunan yang di digatisinya.

5.2         Saran
Saran dalam praktikum ini adalah seharusnya waktu yang di berikan pada  saat praktikum lebih banyak agar praktikan dapat lebih memahami apa yang sedang di lakukan, sehingga dalam praktikum dapat  melakukan  dengan benar dan mendapatkan hasil yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin H.Z. 2000. Penentuan Posisi dengan GPS dan Aplikasinya. PT. Pradnya Paramita, Jakarta, Second Edition.

An0nim, 2011. Pengertian Penginderaan jauh dan citra satelit : Yogyakarta. Persada book indonesia

Budiyanto, Eko. 2002. Sistem Informasi Geografis. Pustaka Buana : Surabaya.
Danoedoro, 2004. Cara Pengoperasian Gps dan Argis : Bogor. bogor press
Galuh Subroto, 2011  http://serambikesehatan.blogspot.co.id  /2011/07/laporan-prak tikum-tent ang – georeferencing.html.

Prahasta, Eddy, 2002. Sistem Informasi Geografis : Tutorial ArcView. CV Informatika, Bandung.

Prahasta, Eddy, 2002. Konsep-Konsep dasar Sistem Informasi Geografis, Informatika, Bandung

Widartono, S. Baradi, 2002. Petunjuk Praktikum Sistem Informasi Geografis Aplikasi (SIG II). Laboraturium Sistem Informasi Geografis, Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta.


 


Previous
« Prev Post